Doa Satu Menit

Ya Tuhan Yesus,

gerakkan hatiku dengan aliran rahmatMu
yang lembut dan tenang.
Biarlah sungai kasihMu mengalir memenuhi jiwaku.
Biarlah jiwaku hanyut dalam gelombang kasihMu,
menuju lautan surga yang luas dan tak terbatas.

Ya Tuhan, aku mengoyakkan hati dan jiwaku.
Aku ingin Engkau hadir dan tinggal di sana,
di dalam luka-luka jiwaku.

Ya Tuhan yang terkasih,
terima kasih atas hari yang indah dalam hidupku.
Terima kasih karena Engkau mengasihi aku
dan memberikan aku apa yang kuingini dalam hidupku.
Aku berdoa untuk keluargaku, dan teman-temanku,
untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Tolonglah kami semua melalui pencobaan dan
penderitaan kami dengan tabah, bertekun di dalam doa
dan iman, serta berharap kepadaMu.

Aku berterima kasih atas semua yang boleh
terjadi dalam hidupku dan karena Engkau
telah membimbingku, menjadikan hidupku lebih baik.

Aku akan mengasihiMu dan memujiMu selamanya.
Aku menantikan bimbinganMu dan kasihMu agar
senantiasa berada di dalam jalanMu Tuhan.
Aku panjatkan doa ini di dalam namaMu,
ya Tuhan Yesus, Juru Selamatku.

Amin

Share

Iman di tengah penderitaan berat

Baca: Mazmur 88

Sebagian orang akan berpikir bahwa apa yang diungkapkan pemazmur mengisyaratkan bahwa ia kecewa pada Tuhan, bahkan protes dan mempertanyakan sikap Tuhan (ayat 2-3, 11-13). Ungkapan-ungkapannya memang menunjukkan tingkat kefrustasiannya bahkan depresi karena terus-menerus menghadapi penderitaan yang begitu hebat (ayat 4-6). Pemazmur kehilangan semangat hidup dan pengharapan. Ia merasa benarbenar sendirian (ayat 9, 19). Bahkan ia merasa penderitaannya itu juga karena murka Allah (ayat 7-10). Walaupun ia berulang memohon pada Tuhan, sepertinya Tuhan tidak menolongnya.

Sekalipun sepertinya pemazmur mempertanyakan bahkan protes dan menuntut Tuhan, tapi justru dari sikapnya yang terus-menerus memohon bahkan tak henti-hentinya berseru pada Tuhan menunjukkan bahwa ia percaya pada Tuhan. Sebab kalau ia tidak percaya, ia tidak mungkin masih berseru-seru dan mengadukan persoalan yang dihadapinya pada Tuhan.

Seringkali ada pemahaman kalau orang beriman tidak akan mempertanyakan apa yang terjadi pada dirinya, melainkan terima saja segala sesuatu dengan tulus ikhlas. Orang beriman tidak akan, bahkan tidak boleh mengeluh pada Tuhan. Akibatnya banyak orang yang menjadi tidak jujur dengan apa yang dirasakannya termasuk pada Tuhan sendiri. Mungkin ini menjadi salah satu penyebab munculnya stres berkepanjangan. Orang menyimpan dan memendam kekecewaan bahkan kepedihannya dalam hati. Makin lama semakin banyak luka batin yang tidak terpulihkan.

Sebenarnya iman juga bisa mempertanyakan banyak hal pada Tuhan, termasuk mengeluh, mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya. Keterbukaan dan kejujuran di hadapan Tuhan bukanlah tanda seseorang tidak beriman. Justru orang-orang yang sering mengadukan persoalannya pada Tuhan adalah orang yang memercayai Tuhan dan mengharapkan jawaban-Nya.

Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab, artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4, Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email:ppa@ppa.or.id. Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id

Share

Daya Pengampunan

– Diambil dari bacaan e-RH (www.renunganharian.net), EDISI 13 November 2009

Baca: Filemon 1:8-21
Ayat Mas: tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus Filemon 1:9,10
Bacaan Alkitab Setahun: Kisah Para Rasul 10-12

Filemon tercatat sebagai salah satu kitab Perjanjian Baru yang paling pendek. Mengapa surat ini termasuk dalam kanon Alkitab? Pasti ada sesuatu yang penting di dalamnya! Surat pendek ini memiliki satu tema pokok: permohonan ampun bagi orang lain.

Onesimus ialah hamba Filemon yang melarikan diri. Dulu Onesimus merugikan Filemon, tetapi ia mengalami perubahan hidup, sehingga di penjara ia menjadi sangat berguna bagi pelayanan Paulus. Sebenarnya Paulus ingin menahan Onesimus agar dapat terus melayaninya di penjara. Akan tetapi, Onesimus dikirim kembali kepada Filemon, disertai semacam surat rekomendasi dari Paulus. Apa yang mendasari surat itu? Pertama, otoritas Paulus sebagai bapa rohani Filemon. Kedua, kasih yang ada dalam diri Filemon. Ketiga, perubahan hidup Onesimus itu sendiri. Keempat, kesediaan Paulus untuk bertanggung jawab sepenuhnya mengganti kerugian Filemon akibat ulah Onesimus pada masa lalu. Paulus meminta Filemon menerima kembali Onesimus karena ia menyaksikan perubahan hidup Onesimus, dari budak buron menjadi saudara di dalam Tuhan. Paulus “terpikat” oleh perubahan ajaib itu, dan ia mengharap Filemon pun turut “terpikat”. Singkatnya, Paulus berharap agar Onesimus tidak dianggap melakukan dosa yang tidak berampun, tetapi diberi peluang untuk bertumbuh di dalam kehidupannya yang baru.

Adakah orang yang oleh anugerah Tuhan berjuang keluar dari kesalahan masa lalunya menuju pemenuhan hidup pada masa kini? Sepatutnya kita mengapresiasi perubahan hidupnya dan menyambutnya sebagai saudara yang kekasih.

KITA MENGAMPUNI KARENA KITA TELAH DIAMPUNI

Penulis: Daniel K. Listijabudi

Share

Sion, kota bagi bangsa-bangsa

Baca: Mazmur 87

Seperti apakah rasanya mendapatkan perlakuan diskriminatif? Ketika orang lain boleh, Anda dicegah karena warna kulit, atau keyakinan iman, atau bahasa yang berbeda. Itulah kenyataan hidup di dunia berdosa. Bahkan tidak jarang di
tempat yang seharusnya perbedaan seperti itu tidak menjadi masalah, seperti di gereja, di ruang pengadilan, justru sangat mencolok terjadi!

Sion, bagi umat Israel sempat menjadi tempat eksklusif Allah hadir hanya untuk mereka. Yahweh hanya milik Israel, dan bangsa-bangsa lain hanya kafir yang dilirik pun tak pantas. Namun justru panggilan utama Israel memberitakan bahwa Yahweh mengasihi bangsa-bangsa, dan bahwa mereka diundang untuk menikmati berkat-Nya bersama dengan umat pilihan-Nya, Israel. Mereka juga umat pilihan!

Mazmur ini meninggikan Sion sebagai tempat yang Tuhan cintai lebih daripada tempat mana pun di kerajaan Israel (ayat 2-3). Namun, justru di tempat istimewa inilah Allah akan menghimpun umat-Nya dari penjuru dunia. Rahab, yang melambangkan Mesir serta Babel, dua adikuasa yang memusuhi Israel disapa sebagai umat Tuhan (ayat 4a). Demikian juga dengan Filistea, Tirus, dan Etiopia (ayat 4b). Mereka yang lahir di luar Israel(ayat 4), dan mereka yang lahir di Sion (ayat 5), sama-sama akan menyanyikan pujian bagi Tuhan yang telah mempersatukan mereka.Tuhan
menjadi satu sumber air kehidupan bagi mereka (ayat 7, kata -ku, lebih cocok menunjuk kepada Tuhan, yaitu – Ku).

Paulus pernah berkata, di dalam Kristus tidak ada lagi orang Yahudi atau Yunani karena keduanya telah dipersatukan (Ef. 2:11-22). Yang ada hanyalah anak-anak Tuhan tanpa membedakan ras, suku, bangsa, dan bahasa. Dan buat mereka yang masih di luar Kristus, yaitu orang-orang yang dibelenggu dosa, ada anugerah siap dicurahkan agar mereka menjadi milik-Nya. Tugas kita adalah memberitakan Injil lintas budaya dan bangsa, serta membuang perilaku diskriminatif di dalam gereja!

Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab, artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4, Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email:ppa@ppa.or.id. Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id

Share

Doa Satu Menit

Bapa yang Maha Kuasa,

kami berdoa bagi ayah,
kakek, suami dan putra-putra kami
agar mereka mencari hidup Illahi
di atas keinginan-keinginan lainnya.

Kami berdoa semoga mereka bertahan
melawan godaan setan di mana kebodohan
dan keinginan daging akan membawa mereka
kepada kekecewaan, kedukaan dan kesedihan.

Bantulah mereka menjauhi semua ini,
dan mencari kebajikan, kekudusan, iman,
kasih, kekuatan, dan kelembutan hati.

Bantulah mereka membimbing
keluarga mereka dalam pertumbuhan iman
karena dengan membekali anggota keluarga mereka
akan kebenaran FirmanMu dan hidup di dalam
iman kepadaMu, mereka akan beroleh hidup yang kekal.

Buatlah mereka kuat dalam iman
agar mereka mampu melepaskan semua
yang menjadi penghalang di
jalan spriritual mereka untuk menjadi
semakin serupa denganMu.

Di dalam nama Yesus
kami berdoa.

Amin.

Share