Teguran Tuhan

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 13 April 2008 –

Baca: Amos 4:6-13

“Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” (Amos 4:9)

Tuhan itu baik, penuh kasih sayang dan sangat memperhatikan umatNya. Dia tidak pernah merancangkan hal-hal yang jahat, rancanganNya selalu mendatangkan kebaikan bagi kita (baca Yeremia 29:11). Namun kebaikan Tuhan itu seringkali kita salah gunakan. Kita berpikir bahwa melakukan dosa sedikit-sedikit tidak apa apa, kan Tuhan baik, Dia pasti akan memaklumi dan mengampuni, namanya juga manusia pasti banyak kelemahan dan kekurangan; dalih-dalih semacam itulah yang seringkali kita jadikan senjata untuk hidup dalam ketidaktaatan. Kita lupa bahwa “…setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapatkan balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, …” (Ibrani 2:2b-3); kita tidak mengerti bahwa Tuhan yang berkuasa menciptakan langit bumi, juga berkuasa untuk menghancurkannya
Tuhan menghajar bangsa Israel karena mereka tidak mau berbalik kepada Tuhan (bertobat). Mereka hidup menuruti hawa nafsunya dan melakukan banyak kejahatan di mata Tuhan, sehingga Tuhan mendatangkan banyak malapetaka atas mereka. Tuhan menghajar mereka dengan kelaparan, kekeringan, banjir, hama dan penyakit tanaman, kematian yang mengerikan, bahkan ini kataNya, ” ‘Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepadaKu, ‘ demikianlah firman Tuhan.” (Amos 4:11). Jadi, penyebab banyaknya malapetaka dalam kehidupan manusia adalah karena ketidaktaatan manusia itu sendiri. Kita tidak takut dan tidak tunduk kepada otoritas Tuhan, padahal Dia adalah Allah yang berkuasa atas hidup dan mati kita.
Mari kita sadari bahwa Tuhan menghajar umatNya untuk tujuan yang baik, walau itu sangat menyakitkan. Bila sampai saat ini hidup kita dipenuhi dengan perbuatan dosa dan pemberontakan, maka jangan salahkan Tuhan bila hal-hal buruk/kesulitan datang menimpa

Dia menegur kita agar kita mau berubah dan hidup sesuai dengan kehendakNya!

Tinggalkan Balasan