Kompromi dengan Dunia

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 23 Mei 2008 –

Baca: Matius 6:19-24

“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Matius 6:21

Kita telah tahu bahwa untuk menuju ke perkara-perkara rohani banyak sekali tantangan atau hambatan yang menghadang setiap langkah kaki kita. Demikian juga tidaklah mudah bagi bangsa Isreal meninggalkan Mesir, banyak rintangan yang harus mereka hadapi.
Firaun dengan berbagai cara membujuk adn berusaha mencegah bangsa Isreal agar mereka tidak keluar jauh-jauh dari Mesir. Alkitab menulis, “Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini.” (Keluaran 8:25). Karena usaha ini tidak berhasil, Firaun kembali berkata, “Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh.” (Keluaran 8:28.). Usaha Firaun tidak cukup sampai di situ, katanya, “…kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki,…” (Keluaran 10:11), kemudian dia berkata lagi, “Pergilah, beribadahlah kepada Tuhan, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu.” (Keluaran 10:24). Firaun mempunyai taktik seperti iblis yaitu membujuk umat pilihan Allah untuk tetap melayani dan beribadah di ‘Mesir’ yang adalah gambaran keduniawian atau kedagingan. Iblis tahu benar bila umat Isreal melayani Allahnya di Mesir, mereka pasti tidak akan mempunyai kesaksian hidup.
Demikian pula kita tidak bisa melayani Daa sementara hari kita juga berpaut atau masih terikat dengan dunia, yang berarti dalam waktu bersamaan kita juga melayani dan menyenangkan iblis. Begitu pula yang dialami Isreal di mana Firaun memperoleh mereka berbakti dan tinggal di Mesir agar juga dapa melayaninya.
Iblis tidak akan membiarkan kita pergi jauh meninggalkan dunia lama; bila hati kita terikat pada dunia, tidaklah mungkin hati kita berkonsentrasi ke hal-hal rohani sepenuhnya. Oleh sebab itu pisahkanlah dirimu dari dunia ini! Berpisah dengan dunia berarti meninggalkan segala perkara duniawi; segala kenikmatan dunia ini harus ditinggalkan dan dilupakan sama sekali. Anggaplah dunia ini sebagai pada gurun yang gersang yang tak dapat memberikan kesegaran rohani, dan “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan.” (Matius 6:24a).

Bersahabat dengan dunia ini menjadikan kita musuh Allah! Baca Yakobus 4:4

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.149 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: