– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 29 Mei 2008 –
Baca: Kisah Para Rasul 16:4-12
“Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.” Kisah 16:10
Dalam perjalanannya sebagai utusan Tuhan, Paulus mendapatkan suatu penglihatan dan dalam penglihatan itu ia melihat ada seorang Makedonia yang berseru kepadanya, “Menyebranglah ke mari dan tolonglah kami!” (Kisah 16:9). Percaya bahwa penglihatan itu merupakan panggilan atau amanat Tuhan untuk memberitakan Injil di daerah tersebut, maka Paulus dan Silas memutuskan berangkat menuju ke daerah penginjilan itu. Namun sesampainya di Makedonia, mereka tidak disambut dengan tangan terbuka, justru sebaliknya, mereka sangat menentang kehadiran Paulus dan Silat, bahkan orang-orang di situ menyeret mereka berdua ke tengah-tengah kerumunan orang banyak (pasar) dan menghadapkannya kepada penguasa kota itu. Pakaian mereka dikoyakkan dan didera berkali-kali, lalu keduanya dimasukkan ke dalam ruang penjara yang paling tengah dan membelengu kaki mereka dalam pasungan.
Karena memberitakan Injil, Paulus dan Silas mendapat perlakukan yang sangat tidak manusiawi, namun mereka sama sekali tidak mengeluh, menggerutu, putus atas, apalagi menyalahkan Tuhan dengan menanyakan inikah imbalan bagi orang-orang yang taat pada penglihatan Ilahi. Paulus dan Silas tetap kuat dan bersemangat untuk mengerjakan panggilan sorgawi walau harus melewati penderitaan dan aniaya. Firman Tuhan menyatakan bahwa “…kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,” (Filipi 1:29). Mereka percaya bahwa ada rencana Tuhan yang indah di balik semua penderitaan itu.
Jika saat ini kita harus mengalami penderitaan karena kesetiaan kita melayani Tuhan, tetaplah kuat dan jangan pernah mengeluh karena ada upah yang Dia sediakan bagi kita! Namun banyak juga orang Kristen ogah-ogahan melayani Tuhan padahal sarana dan prasarana telah tersedia. Cuaca buruk saja membuat kita enggan datang beribadah, bagaimana kalau kita dihadapkan dengan penderitaan dan aniaya?!
Turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi! Baca Yakobus 5:10
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian


