– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 31 Mei 2008 –
Baca: Roma 6:1-14
“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Roma 6:6
Kemarin telah dijelaskan bahwa makna ’salib’ adalah sebuah penderitaan dan pengorbanan; apalagi bila seseorang telah dipanggil untuk bekerja di ladangNya, maka ia harus rela dan berani mengorbankan kesenangan pribadinya, masa mudahnya atau bahkan hobinya untuk melayani Tuhan.
Memikul salib berarti berani berkorban segala sesuatunya, baik itu waktu, tenaga, pikiran dan juga uang untuk Tuhan. Setiap kita memandang salib, entah itu sebagai simbol atau hiasan, kita harus sadar bahwa di atas salib itu pernah tergantung seorang Pribadi yang suci, tidak bercatat dan bercela, ” yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Filipi 2:6-7);
Mari kita perhatikan perikop firman yang kita baca hari ini yaitu “Mati dan bangkit dengan Kristus”, maka ’salib’ juga bermakna penyangkalan diri. Ini memang sangat berat karena keinginan daging begitu kuat, sehingga seringkali kita menyerah kalah kepada daging daripada tunduk dan taat kepada Tuhan. Keinginan untuk menikmati kesenangan dunia, hiburan dan rasa capek lebih dominan dan begitu menguasai pikiran kita, akhirnya kita tidak lagi mengutamakan Tuhan. FirmanNya jelas menyatakan bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan supaya tubuh kita hilang kuasanya; dalam hal ini Yesus sendiri memberikan teladan bagi kita, Dia telah menyangkal diriNya dan berserah kepada kehendak Bapa, “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42). Ketika itu Yesus sendirian dan mengalami pergumulan sangat berat, lalu malaikat Tuhan datang memberikan kekuatan baru kepadaNya. Saat kita merasa lemah untuk mengalahkan kedagingan kita, saat itulah Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita sehingga kita keluar sebagai pemenang. Namun banyak anak Tuhan yang sampai saat ini masih hidup dalam dosa dan tetap saja menjadi manusia lama!
Menjadi murid Kristus berarti harus ada penyangkalan diri terhadap dosa!
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian


