Tuhan yang Membentuk

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 10 Juni 2008 –

Baca: Yesaya 42:1-9

“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,” Yesaya 42:6

Tidak semua orang dapat menjadi imam atau pelayan Tuhan, sebab seorang imam atau pelayan Tuhan harus memiliki karakter yang berbeda dengan orang yang bukan imam atau pelayan Tuhan. Firman Tuhan menyatakan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.” (Yesaya 42:1). Tidak mudah menjadi seorang imam atau pelayan Tuhan. Ia harus melewati proses pembentukan dari Tuhan sendiri, ia harus memiliki hati yang siap untuk disempurnakan melalui Tuhan Yesus Kristus sebagai teladan. Dalam hal ini Tuhan tidak asal memilih karena Dia memanggil untuk maksud penyelamatan dan menjadi perjanjian bagi umat manusia serta menjadi terang bagi bangsa-bangsa (ayat 6).
Sesungguhnya, setiap kita adalah umat pilihanNya dan merupakan batu-batu tersusun yang digunakan untuk pembangunan rumah rohani, “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” (1 Petrus 2:5). Tetapi tidak semua ‘batu’ dapat dipakai untuk pembangunan sebuah rumah, hanya batu yang baik atau berkualitas saja yang layak dipakai; terlebih lagi untuk pembangunan rumah rohani, ‘batu’ yang digunakan adalah batu-batu terbaik dan berkualitas menurut penilaian TUhan sendiri. Bika kita belum memenuhi persyaratan dan mutu yang ditentukan oleh Tuhan, maka Dia kan berurusan seara langsung dengan kita dan membentuk kita. Dia mempunyai cara sendiri untuk memperbaiki dan membentuk karaekter kita melalui Roh Kudus. Proses pembentukan itu dapat melalui ujian demi ujian atau persoalan-persoalan hidup, dan itu sangat sakit, namun bila kita mampu bertahan dan terus bertekun di dalam Dia, maka kita akan mencapai standar yang dikehendaki oleh Tuhan, sehingga “…kamu akan disebut iman Tuhan dan akan dinamai pelayan Allah kita.” (Yesaya 61:6a).

Untuk menjadi pelayan-pelayan Tuhan, kita harus melalui proses pembentukan!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.154 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: