Ananias dan Safira

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 26 Juni 2008 –

Baca: Kisah Para Rasul 5:1-11

“Tetapi Petrus berkata: ‘Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?’ “ Kisah 5:3

Jemaat gereja mula-mula adalah jemaat yang memiliki cara hidup luar biasa. Mereka sangat taat kepada firman Tuhan, suka bersekutu, sangat rukun dan memiliki kasih satu sama lain. Dikatakan bahwa “…mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.” (Kisah 4:32). Mereka suka memberikan persembahan untuk pekerjaan Tuhan, mereka sangat murah hati. Mereka saling menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya sesuai keperluan masing-masing jemaat dengan sukacita dan tulus, sehingga di antara mereka tidak ada yang kekurangan.
Ananias dan Safita terdorong juga melakukan apa yang jemaat lain lakukan yaitu memberikan persembahan. Mereka menjual sebidang tanah lalu hasil penjualannya mereka bawa ke rumah Tuhan sebagai persembahan. Sayang, mereka memberikan persembahan tersebut dengan tidak jujur: “Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Tetapi Petrus berkata: ‘Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?’ “ (Kisah 5:2-3). Ananias dan Safita merencanakan kejahatan lain yaitu menahan sebagian hasil penjualan tersebut. Keduanya buka saja berdusta kepada Rasul Petrus, orang pilihan Tuhan, terlebih lagi kepada Roh Kudus dan Allah. Itu adalah penghinaan! Karena tidak jujur, Ananias harus menanggung akibat yang sangat fatal: “Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya.” (Kisah 5:5a). Apa yang dialami Nanias juga menimpa isterinya : “Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah  nyawanya”  (Kisah 5:7, 10a)
Tidak ada dosa yang tidak diketahui Allah, di hadapan Dia semuanya telanjang dan terbuka. Maka dari itu jangan pernah main-main lagi dengan dosa.

Ada harga yang harus dibayar untuk setiap pelanggaran terhadap firman Tuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.858 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: