Hidup yang Diubahkan

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 27 Juni 2008 –

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.” Filipi 3:7

Rasul Paulus adalah sumber motivasi dan teladan kita, terlebih lagi bagi para pelayan Tuhan. Perjalanan hidupnya sungguh luar biasa. Hidupnya berubah drastis dan radikal setelah pertemuannya dengan Kristus secara pribadi. Paulus menjadi pemberani dan penuh semangat memberitakan Injil. Tantangan, cobaan, penderitaan dan aniaya tidak menggoyahkan dan melemahkan imannya untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan.
Ketika berada di tengah-tengah jemaat Filipi, Paulus menyatakan jati dirinya di dalam Kristus. Dia sangat bangga dengan kebedaannya sekarang. Sekalipun ia juga punya alasan kuat untuk bermegah karena hal-hal lahiriah, namun dia lebih bermegah di dalam di dalam Kristus Yesus. Paulus berkata, “…apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,” (Filipi 3:7-8.)
Dari pengakuan Paulus tersebut dapat terlihat jelas adanya perbedaan atau perubahan kehidupan Paulus yang lama dan Paulus yang baru. Bagi Paulus, masa lalunya yang mungkin sangat hebat, membanggakan, disegani dan dihormati orang, kini hanyalah seperti sampah belaka dan merupakan kerugian baginya setelah ia mengenal Tuhan Yesus Kristus. Kebanggaan Paulus sekarang adalah hidup yang dia jalani sekarang, di mana dia terus berjuang dengan tekun mengerjakan panggilan kudusNya, maka inilah katanya, “…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:13-14). Paulus benar-benar menjadi ‘manusia baru’ di dalam Kristus. Demikian pula kita yang telah ditebus dengan darah Kristus adalah “…ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Maka sudah seharusnya ada perubahan hidup yang sungguh-sungguh nyata. Namun banyak orang Kristen hidupnya belum berubah dan menjadi batu sandungan orang lain.

Sebagai ‘manusia baru’, hidup kita harus benar-benar berubah!

Tinggalkan Balasan