Kerinduan Kepada Allah

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 19 Juli 2008 –

Baca: Mazmur 63:1-12

“Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.” Mazmur 63:5

Semakin luas pengertian kita tentang kebesaran Tuhan, walaupun sebenarnya kebesaranNya tidak terpahami dan terselami oleh pikiran kita, semakin besar pula kapasitas kita untuk menghormati dan memiliki hati yang takut akan Dia. Untuk alasan inilah, pemazmur tidak henti-hentinya mengingatkan kita untuk melihat kekuatan dan kemulian Tuhan.
Itulah yang membangkitkan gairah hati Daud, sehingga kerinduannya kepada Tuhan begitu bergelora. “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam,” (Mazmur 63:2,7). Bagaimana dengan kita saat ini? Adakah kita memiliki kerinduan seperti Daud yang merindukan Tuhan sedemikian rupa?
Tentang kemuliaan Tuhan yang tak terbatas itu Yesaya mendapatkan sebuah penglihatan: Tuhan berada di atas takhtaNya yang tinggi dan menjulang, lalu kemuliaanNya memnuhi ruangan takhta; di sekitarNya para melaikat berseru-seru, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yesaya 6:3). Kita seringkali menaikkan pujian kepada Tuhan tanpa disertai semangat dan kerinduan seperti apa yang dilakukan oleh para malaikat. Kita menyanyikan pujian dengan asal-asalan atau sekedarnya, enggan membuka mulut dan mungkin disertai dengan canda tawa. Oh, sungguh berbeda dengan suasan di ruang takhta Tuhan! Para melaikat memberikan respon terhadap apa yang mereka lihat, penuh  dengan kekaguman kepada Tuhan. Sedangkan telinga kita lebih condong kepada lagu-lagu duniawi, dan  hati kita juga lebih menaruh kekaguman dan hormat terhadap manusia yang kita idolakan, seperti artis, pemain sepakbola ataupun tokoh-tokoh lainnya. Itukah bukti bahwa kita memiliki penghormatan dan kerinduan kepada Tuhan lebih dari segala yang ada di dunia ini? Alam saja menghormatiNya: “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.” (Mazmur 19:2-3)

Milililah kerinduan yang dalam untuk senantiasa menyenangkan hati Tuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.885 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: