ABIMELEKH

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 27 Juli 2008 –

Baca: Hakim-Hakim 9:1-6

“Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.” Hakim-Hakim 9:6

Abimelekh adalah anak Gideon dari gundiknya, seperti tertulis, “juga gundiknya yang tinggal di Sikhem melahirkan seorang anak laki-laki baginya, lalu ia memberikan nama Abimelekh kepada anak itu.” (Hakim-Hakim 8:31), ada pun nama ‘Abimelekh’ berarti bapa dari seorang raja.
Setelah ayahnya (Gideon) mati, Abimelekh mencoba mengangkat dirinya sendiri menjadi raja, namun dengan cara yang tidak wajar dan sangat keji. Sadar kalau dirinya hanyalah anak dari seorang gundik (selir), dia berusaha menghasut ibunya dan juga penduduk Sikhem dengan berkata, “Tolong katakan kepada seluruh warga kota Sikhem: Manakah yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang memerintah kamu, yaitu semua anak Yerubaal, atau satu orang? Dan ingat juga, bahwa aku darah dagingmu.” (Haikim-Hakim 9:2). Penduduk Sikhem akhirnya bersedia mendukung dia bahkan memberitanya uang sebesar tujuh puluh uang perak. Lalu Abimelekh memberikan uang itu kepada para petualang-petualang atau dalam istilah modernnya ‘pembunuh bayaran’ agar mereka mau membunuh saudara-saudaranya yaitu anak-anak Yerubaal yang jumlahnya 70 orang. Namun dari ketujuh puluh anak Yerubaal tersebut ada satu orang yang lolos dari pembunuhan yaitu Yotam, karena dia telah terlebih dahulu menyembunyikan diri.
Tindakan Abimelekh sangat bertolak belakang dengan ayahnya yaitu Gideon yang sangat menghormati Allah, yang meskipun telah menjadi pemimpin atas Israel tidak mau memerintah sebagai raja. Baginya yang menjadi Raja atas Israel hanya Allah saja, tidak ada yang lain (baca Hakim-Hakim 8:23). Ini menunjukkan bahwa Abimelekh ingin menggantikan posisi Allah! Firman Tuhan tegas menyatakan, “…barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Matius 23:12). Abimelekh telah gila hormat! Penduduk Sikhem membuat kesalahan besar karena memilih raja tanpa meminta petunuk atau tuntunan dari Allah lebih dulu, mereka pun belum tahu kualitas hidup Abimelekh yang sesungguhnya.

Abimeleh menjadi raja dengan melakukan kejahatan di hadapan Allah!

Tinggalkan Balasan