– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 28 Juli 2008
Baca: Hakim-Hakim 9:7-49
“jadi jika kamu pada hari ini berlaku setia dan tulus ikhlas kepada Yerubaal dan keturunannya, maka silakanlah kamu bersukacita atas Abimelekh dan silakanlah ia bersukacita atas kamu.” Hakim-Hakim 9:19
Yotam, satu-satunya yang lolos dari pembunuhan, mengumpulkan juga orang-orangnya di gunung Gerizim. Di hadapan mereka Yotam memberikan peringatan kepada orang-orang Sikhem dengan sebuah perumpamaan tetnang pepohonan (zaitun, ara, anggur dan aras). Yotam mengingatkan penduduk Sikhem untuk tidak mendukung Abimelekh demi Gideom (ayahnya) yang telah menolong mereka, karena ayahnya sendiri tidak mau menjadi raja, tetapi Abimelekh malah meninggikan dirinya untuk menjadi raja, “bukankah ayahku telah berperang membela kamu dan menyabung nyawanya, dan telah melepaskan kamu dari tangan orang Midian, padahal kamu sekarang memberontak terhadap keturunan ayahku dan membunuh anak-anaknya, tujuh puluh orang banyaknya, di atas satu batu, serta membuat Abimelekh anak seorang budaknya perempuan menjadi raja atas warga kota Sikhem, karena ia saudaramu-” (Hakim-Hakim 9:17). Ia mengingatkan jangan sampai mereka menyesal di kemudian hari karena jelaslah bahwa Abimelekh seorang yang kejam. Sayang, mereka mengabaikan peringatan Yotam tersebut!
Sesudah tiga tahun di bawah kekuasaan Abimlekh, penduduk Sikhem menyadari kesalahannya karena telah memilik raja yang lalim; akhirnya mereka melakukan pemberontakan. Dan kedatangan Gaal semakin membangkitkan semangat orang-orang Sikhem untuk melakukan perlawanan terhadap Abimelekh, walaupun akhirnya mereka kalah. Namun perlu diingat bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan kejahatan dan ketidakadilan merajalela, “sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.” (Mazmur 9:13).
Abimelekh harus menanggung akibat perbuatannya sendiri, di mana ia harus mengalami kematian dengan cara sangat tragis: “…seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya” (Hakim-Hakim 9:53). Kejahatan yang telah dilakukan oleh Abimelekh terhadap ketujuh puluh saudaranya dan juga kejahatan orang-orang Sikhem yang telah berpihak kepadanya telah mendapatkan balasan yang setimpal.
“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Galatia 6:7b
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian


