Ketekunan

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 29 Juli 2008 -

Baca: Ibrani 10:19-39

“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” Ibrani 10:36

Ketekunan seseorang tidak terjadi dengan sendirinya. Perlu ada upaya, kerja keras dan disiplin diri; dengan kata lan, ketekunan membutuhkan suatu proses yang panjangan.
Dunia saat ini banyak menawarkan hal-hal yang serba instan dan serba cepat. Kemudahan demi kemudahan ditawarkan di segala bidang kehidupan, dari mulai hal makanan yang cepat saja, perbankan yang menawarkan kemudahan memperoleh pinjaman uang atau modal, sampai jalan untuk menjadi artis atau orang terkenal secara instan ditawarkan melalui ajang lomba-lomba di televisi. Sungguh sangat menggiurkan! Pokoknya segala sesuatu yang serba instan dan cepat sedang dicari semua orang.
Begitu pula kita sebagai orang percaya. Kita menginginkan segala sesuatu dari Tuhan secara instan, dan tidak mau bersabar apalagi bertekun menanti-nantikan Dia. Akibatnya banyak orang Kristen mudah putus asa dan menyerah di tengah jalan karema masalah yang belum terselesaikan: kegagalan dalam mencari pekerjaan, sakit-penyakit yang belum juga sembuh dan lain-lain. Ketekunan adalah bentuk terpenting dari displin diri dan merupakan ukuran sebenarnya dari karakter kita, bagaimana kita berpegang teguh terhadap suatu pengharapan dan apa yang kita yakini. Oleh karena firman Tuhan selalu mengingatkan agar kita memiliki ketekunan dalam segala hal, karena ketekunan dan kesabaran adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Alkitab menulis, “…ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:4-5).
Sesulit dan seberat apapun keadaan kita saat ini, jangan berubah dan tetaplah bertekun di dalam Tuhan, “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” (Habakuk 2:3). Semua adalah bagian dari proses hidup kita! Ingat, Dia adalah Allah yang setia, Dia tidak pernah terlelap maupun tertidur.

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,” Pengkotbah 3:11a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.897 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: