– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 30 Juli 2008 -
Baca: Kisah Para Rasul 5:17-25
“Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Kisah 5:20
Kehadiran Roh Kudus selalu membawa dampak luar biasa bagi gereja Tuhan, karena Ia seperti api. Ia menerangi kehidupan kita, Dia membakar semua dosa dan ketidakmurnian hati supaya hati dan hidup kita timbul seperti emas yang telah dimurnikan.
Roh Kudus juga membangkitan semangat jemaat gereja mula mula untuk bersaksi tentang Kristus. Sungguh benar apa yang dikatakan Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke sorga, “…kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (kisah 1:8.). Begitu pula dengan para rasul Tuhan. Meskpun mereka harus mengalami aniaya dan dimasukkan ke dalam penjara, semangat mereka tidak kendor sedikit pun untuk memberitakan Injil karena mereka percaya bahwa kuasa Roh Kudus senantiasa menyertai mereka. Tidak ada lagi ketakutan atau kekuatiran! Itulah sebabnya mengapa gereja mula-mula berkembang begitu pesat.
Tuhan menghendaki kita untuk mengikuti jejak jemaat mula-mula dan melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita saat ini yaitu menjadi saksiNya dan memberitakan Injil. Menjadi saksi dan mengerjakan Amanat Agung Tuhan tersebut memang bukan pekerjaan muda, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan: 1. Kita harus memiliki ketaatan. Ketika malaikat Tuhan menemui para rasul yang berada di penjara dan melepaskannya, serta berpesan kepada mereka untuk pergi dan memberitakan Inil kepada semua orang, “Mereka mentaati pesan itu dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ.” (Kisah 5:21a). Mereka taat kepada perintah Tuhan! Jadi, ketaatan adalah kunci utama untuk bisa menjadi permberita Injil. Tanpa ketaatan, mustahil Tuhan memakai hidup kita. 2. Kita harus memiliki keberanian. Keberanian yang dimaksud bukanlah tanpa dasar atau nekat, melainkan keberanian karena melakukan kebenaran dan merespon panggilan Tuhan (baca Kisah 4:31). Kita sering tidak berani memberitakan Injil kepada orang lain karena kita sendiri belum hidup dalam kebenaran dan masih nyaman dengan perkara-perkara duniawi.
Untuk menjadi pemberita Injil dibutuhkan ketaatan dan keberanian!
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian


