Nasihat Untuk Orang Muda (1)

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 1 Agustus 2008 -

Baca: Pengkotbah 12:1-8

“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: ‘Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!’ ” Pengkotbah 12:1

Usia muda adalah usia penuh gejolak. Di masa-masa itu orang muda suka mencoba hal-hal yang baru, semangat tinggi, engerjik, suka tantangan atau melakukan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan adrenalin, semisal balap motor, panjat tebing, mendaki gunung.
Banyak juga anak muda yang berprestasi tinggi seperti juara olimpiade matematika atau berjaya di bidang olah raga, namun tidak sedikit pula yang kehidupannya malah terpuruk karena salah dalam pergaulan, sehingga terlibat dalam narkoba dan juga seks bebas. Namun firman Tuhan dengan sangat tegas mengingatkan: “Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!” (Pengkotbah 11:9). Sebagai anak muda, mari kita gunakan kesempatan yang ada untuk melayani Tuhan dengan semangat yang menyala-nyala.
Di akhir zaman ini sangat diharapkan munculnya ‘Daniel dan Yusuf’ baru, yang memiliki komitmen untuk menjaga hidupnya tetap kudus dan tidak menajiskan diri dengan perkara-perkara dunia, atau seorang muda seperti ‘Timotius’ yang kesungguhan hati mempersembahkan segenap hidupnya untuk memenuhi panggilan Tuhan sebagai pemberita Injil. Memang ini bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, karena anak-anak muda sekarang memiliki kecenderungan ingin hidup bebas, tidak mau mendengarkan nasihat atau teguran dari orang lain karena merasa sudah dewasa dan mampu membuat keputusan yang terbaik bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, orang tua harus ekstra hati-hati dalam memperlakukan anaknya. Sering kita jumpai banyak anak muda yang memberontak dan hidupnya lepas kontrol karena merasa terlalu dikekang atau ditekan, dan pada akhirnya mereka jatuh dalam dosa. Belum lagi godaan dunia yang kini kian merajalela. Sanggupkah kita sebagai anak muda menjawab tantangan ini, berani tampil beda dan tidak terseret oleh arus dunia ataukah kita menjadi anak muda yang lemah, tanpa semangat dan mengecewakan? (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.776 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: