– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 27 Agustus 2008 -
Baca: Kolose 3:5-17
“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi…” Kolose 3:5
Benar apa yang dikatakan Daud bahwa seringkali kita menjadi marah dan iri hati bila melihat orang lain yang hidupnya tidak benar, jahat, berbuat curang dan dipenuhi dengan perbuatan-perbuatan duniawi seolah-olah tidak mengalami apa-apa, hidupnya mulus-mulus saja dan serasa tidak pernah berkekurangan; sementara kita yang berjuang untuk hidup benar di hadapan Tuhan kok masih penuh dengan masalah dan banyak tantangan. Tetapi kita diingatkan untuk tetap percaya, melakukan yang baik dan setia! (baca Mazmur 37:1). Sungguh suatu hal yang tidak mudah untuk dikerjakan, ‘daging’ kita serasa sakit.
Untuk bisa mengalahkan daging yang cenderung melihat segala sesuatu dengan kasat mata dibutuhkan penyerahan diri secara total kepada Tuhan! Penyerahan diri adalah hal penting dalam kehidupan orang Kristen karena itu adalah kunci masuk ke ruang MahakudusNya. Berserah berarti melepaskan seluruh aspek hidup kita untuk bersama-sama dengan keilahiianNya; semua kekuatiran kita taruh dalam tangan Tuhan, kita melupakan diri sendiri, fokus kepada Dia dan terus-menerus menyerahkan kehendak kita ke dalam kehendak Tuhan dan menolak setiap keingingan pribadi yang muncul.
Kita harus berperang melawan keinginan diri sendir dan benar-benar mati terhadap hasrat dan indera kita, karena selama masih berada dalam tubuh jasmani ini keinginan jiwa kita akan memberikan kekuatan kepada indera kita dan indera itulah yang membangkitkan hasrat kita. Tetapi bila ‘daging’ ini mati, tubuh tidak lagi memiliki rasa dan keinginan apa pun. Jadi satu-satunya cara yang benar untuk membawa perubahan dalam diri kita adalah dengan mengubah yang ‘di dalam’ diri kita; semakin dekat roh kita kepada Tuhan, semakin terpisah kita dari tuntutan jiwa. Sikap penyerahan diri di setiap keadaan akan menghasilkan pemisahan daging dari roh; pada akhirnya sifat lama kita (sifat alamiah kita) semakin melemah dan kita beroleh kekutatan untuk tunduk kepada kehendak Tuhan. Jadi kita harus elalu memusatkan pikiran kepada Tuhan dan mendisiplinkan diri terhadap aktivitas yang berhubungan dengan pengenalan akan Dia sehingga Tuhan akan memurnikan, menyucikan dan menyempurnakan kita pada waktuNya.
Berserahlah penuh kepada Tuhan dan jangan turuti keinginan daging!
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian



Aku bingung..Gmana aku bsa myerahkan hdpku slurhnya pada Tuhan…Aku engGan meningGalKan kenikmatan dunia ini…Ah aq pusing.BAntU Aku