Karunia Bernubuat

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 30 Agustus 2008 -

Baca: 1 Korintus 14:1-5

“Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” 1 Korintus 14:1

Tuhan berfirman kepada Nabi Yoel, “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.” (Yoel 2:28-29). Nubuatan ini benar-benar sudah dinyatakan di akhir zaman ini, di mana banyak anak Tuhan dipakai untuk menyampaikan nubuatan. Jadi kita harus sadar pentingnya karenua bernubuat, yang kembali ditegaskan Rasul Paulus, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” (1 Korintus 14:1).
Apa yang dimaksud dengan bernubuat? Bernubat berart menerima, kemudian meneruskan pewahyuan Ilahi yang berasal dari Tuhan mengenai rencana-rencana Tuhan, serta melaporkan informasi itu sedemikian rupa sehingga jemaat dibangun, dinasihati dan dihibur seperti tertulis, “Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.” (1 Korintus 14:3). Jadi nubuat mengandung fungsi sedemikian besar yaitu membangun, menasihati dan menghibur tubuh Kristus dengan bahasa yang dapat dimengerti. Apakah semua orang percaya bisa bernubuat? Bisa! Karenanya kita harus berusaha dan mengejar supaya kita bisa bernubuat. Dengan cara bagaimana? Dengan terus melatih diri membangun keintiman dengan Tuhan dan ‘bergaul karib’ dengan Roh Kudus, sehingga RohNya memenuhi hidup kita.
Awal dari hal-hal bernubuat adalah ketika kita bisa berbahasa Roh. Tuhan menghendaki setiap orang percaya yang telah dipenuhi Roh Kudus dan mampu berbahasa Roh untuk tidak behenti, namu terus mengejarnya ke tingkat yang lebih yaitu dapat menafsirkannya, dan lebih-lebih untuk bernubuat. Karunia bernubuat dalam bentuk yang sederhana tidak bisa disamakan pengertiannya dengan tugas pelayanan seorang nabi, sebab seorang nabi harus memiliki karunia beroleh wahyu atau ilham yang berjalan bersama karunia bernubuat itu.

Melalui karunia bernubuat kita menikmati pengalaman dengan Roh kudus dalam dimensi yang lebih, karena kesaksian Yesus adalah roh nubuatan!

Tinggalkan Balasan