Harus Siap Berperang

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 4 September 2008 -

Baca: Bilangan 1:1-16

“Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel” Bilangan 1:2

Kita mungkin berpikir bahwa perjalanan bangsa Israel keluar dari negeri Mesir menuju ke Kanaan adalah perjalanan yang mudah, tidak akan menemui hambatan atau kendala apapun karena Tuhan sendiri yang menyertai mereka. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Ini terlihat saat Tuhan memerintahkan Musa untuk menghitung jumlah umat Israel menurut kamu atau suka yang ada. Dalam hal ini Tuhan tidak asal memilih, hanya “yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.” (Bilangan 1:3). Jadi yang dihitung adalah mereka yang berusia di atas 20 tahun dan yang memiliki kesanggupan atau kesiapan untuk berperang. Jadi jelaslah sudah bahwa kelak bangsa Israel akan menghadapi banyak sekali ujian dan tantangan sebelum mencapai tanah perjanjian Tuhan.
Menuju Kanaan berarti harus melewati banyak ujian dan musuh-musuh yang harus ditaklukan, dan itu memang terbukti. Tetapi hal yang kita ketahui yaitu Tuhan senantiasa menyertai mereka. Saat berperang melawan musuh seperti bangsa Amalek, Midian dan sebagainya Tuhan tidak pernah membiarkan mereka. “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14). Jadi perjalanan bangsa Israel menuju ke Kanaan sangat berat. Saat berada di padang gurun banyak yang mati secara mengenaskan. Mereka mati bukan karena dibunuh oleh musuh, tetapi oleh karena ketidakpercayaan mereka sendiri. Kehidupan kita tidak ada bedanya dengan bangsa Israel,. Mungkin dulu kita berpikir bahwa menjadi orang Kristen pasti semuanya akan mulus, tanpa penderitaan dan tantangan. Tetapi kenyataannya tidak! Menjadi orang Kristen artinya harus siap berperang menghadapi berbagi macam ujian dan penderitaan. Maka tak heran banyak orang Kristen yang akhirnya menjadi kecewa dan mengundurkan diri.
Kunci kemenangan bangsa Israel adalah menjaga Tabernakel agar tidak dirusak oleh musuh. Tabernakel adalah tempat hadirat Tuhan. Karena itulah kita harus tinggal di dalam hadiran Tuhan senantiasa agar kita meraih kemenangan di setiap pergumulan.

Ingat! Tidak ada kemenangan tanpa peperangan!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.043 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: