Pengganti Musa

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 13 September 2008 -

Baca: Ulangan 31:1-8

“Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: ‘Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya.’ “ Ulangan 31:7

Ketika tugas seorang pemimpin negara hendak berakhir, pasti timbul pertanyaan dalam hati rakyat: apakah penggantinya nanti mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, mampukah ia menyelesaikan visi dan misi yang diberikan atau malah mengecewakan rakyat. Seperti itulah yang mungkin timbul di benak bangsa Israel di zaman Musa, karena utisa Musa sudah sangat tua. Ini juga disadari oleh Musa, “Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun; aku tidak dapat giat lagi, dan TUHAN telah berfirman kepadaku: Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.” (Ulangan 31:2)
Dipilihlah Yosua sebagai pengganti Musa. Yosua menggantkan Musa bukan atas inisiatif manusia, tetapi Tuhan sendiri yang memilih dia seperti yang dikatakan Tuhan kepada Musa, “Sesungguhnya sudah dekat waktunya bahwa engkau akan mati; maka panggillah Yosua dan berdirilah bersama-sama dengan dia dalam Kemah Pertemuan, supaya Aku memberi perintah kepadanya.” Lalu pergilah Musa dan Yosua berdiri dalam Kemah Pertemuan.” (Ulangan 31:14).
Mengapa Yosua yang dipilih oleh Tuhan? Pasti Tuhan tidak asal atau sembarangan memilih Yosua. Ada beberapa hal dari kehidupan Yosua yang membuat ia layak menerima tongkat estafet kepemimpinan dari Musa dan patut diteladani oleh orang percaya. 1. Yosua adalah seorang hamba yang taat dan setia. ia dikenal sebagai abdi Musa yang sangat setia dan memiliki loyalitas tinggi. Jadi Yosua sangat dekat dengan Musa dan ia banyak belajar tentang segala hal dari tuannya itu. Yosua selalu setia terhadap apa yang diperintahkan Musa, ia benar-benar memulainya dari nol. 2. Yosua adalah seorang yang sabar. Ketika Musa berada di guning Sinai untuk menerima sepuluh firman dari Tuhan, orang-orang Isreal tidak sabar, di mana mereka membuat anak lembu emas lalu disembahnya. Sedangkan Yosua tetap sabar dan menantikan Musa. Dia tidak turun seperti orang-orang Israel lainnya yang memberontak dan menyambah kepada anak lembu emas.

Karena memiliki ketaatan dan kesetiaan, Yosua beroleh peninggian dari Tuhan!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.861 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: