Hidup Menurut Daging

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 19 September 2008 -

Baca: Roma 8:1-17

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Roma 8:13

‘Kedagingan’ berarti ‘dari daging’ atau bersifat seperti daging: dikendalikan oleh sifat manusia, bukan dipimpin oleh Roh tuhan. Dengan demikian kedagingan adalah cara hidup atau pola pikir yang tidak melibatkan firman Tuhan dan disebut ‘tidak rohaniah’.
Adalah hal yang wajib bagi kita, anak-anakNya, memiliki kehidupan yang rohaniah yaitu hidup menurut firmanNya, karena bila kita menurut firman Tuhan berarti kita hidup menurut Roh Tuhan. Jadi jika kita telah lahir baru, itu sama artinya kita telah dilepaskan dari kedagingan. Tuhan Yesus telah melepaskan kita, Dia telah memberikan firmanNya, Dia telah memberikah RohNya, dan jika kita hidup sebagaimana mestinya, kedagingan kita akan tunduk pada roh kita. Telah tertulis, “…jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.” (Roma 8:10).
Mari kita membuat ketegasan, apakah kita ingin hidup dalam firman an menurut RohNya, atau sebaliknya, kita hidup dalam kedagingan. Tidak bisa kedua-duanya sekaligus atau fifty-fifty. FirmanNya dengan sangat keras menyatakan, “Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” (Wahyu 3:15b-16). Ingat, saat kita tidak lagi menjadi pelaku firman, saat itulah kita mulai hidup dalam daging; ketahuilah bahwa “…keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup…” (Roma 8:6), dan “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” (Roma 8:8). Jika kita hidup menurut daging berarti kita memikirkan hal-hal yang bersifat daging, tidak berpikir rohaniah, hidup tanpa firman Tuhan. Hal ini membuat kita terpisah dari Allah, dan terpisah dari Dia berarti maut atau binasa. Sebagai orang percaya, bila kita memilih hidup menurut daging kita telah menciptakan roh perpecahan antara diri kita sendiri dengan Tuhan. Ini akan membawa dampak terhadap segala sesuatu di dalam hidup kita, karena hidup dalam daging semakin menjauhkan kita dari Tuhan. “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah,…” (Roma 8:7)

Agar hidup kita berkenan kepada Tuhan, kita harus meninggalkan kedagingan!

3 Tanggapan

  1. sulit sekali untuk tidak berhubungan hidup dengan kedagingan..untuk ikut seperti Tuhan Yesus mungkin harus lebih kuat dan fokus pada Roh Kudus..

  2. Jadi Kalau saya boleh tahu lebih dalam lagi, apa saja ciri2 orang yang hidup dalam daging.dan bisakah saya dibantu lebih dalam lagi pengertian orang yang hidup dalam daging?

    Thanks
    Ria Pangaribuan

  3. adi Kalau saya boleh tahu lebih dalam lagi, apa saja ciri2 orang yang hidup dalam daging.dan bisakah saya dibantu lebih dalam lagi pengertian orang yang hidup dalam daging?

    Thanks
    Ria Pangaribuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.782 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: