Panggilan Untuk Melayani

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 7 Oktober 2008 -

Baca: Matius 9:35-38

“Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.’ “ Matius 9:37

Ketika berada di bumi, Tuhan Yesus tidak pernah berhenti untuk melayani jiwa-jiwa. Telah tertulis: “…Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.” (Matius 9:35). Waktu dan tenagaNya dicurahkan untuk mengajar, berkeliling menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati. Tiada hari tanpa melayani, itulah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
Sebagai umatnya kita juga harus melayani Tuhan dengan sekuat tenaga selama hidup di dunia. Mengingat hanya sedikit waktu lagi kedatangan Yesus yang kedua kali, gunakanlah sisa waktu yang ada sebaik-baiknya untuk pelayanan, karena “akan datang malam, dimana tidak ada seorangpun yang tidak dapat bekerja” (Yohanes 9:4b). Petrus dalam suratnya mengatakan kalau orang benar saja hampir-hampir tidak diselamatkan; maka bagaimana dengan orang fasik dan orang berdosa? (1 Petrus 4:18). Ia menunjukkan bahwa menjadi benar saja tidaklah cukup, melainkan harus disertai dengan pelayanan. Melayani adalah perwujudan kasih kita kepada Tuhan dan kerendahan hati.
Di depan murid-muridNya Tuhan Yesus mengatakan bahwa ‘tuaian memang banyak, tetapi pekerja ‘sedikit’, berarti banyak jiwa yang harus dilayani, sementara orang yang terbeban untuk melayani masih sedikit. Jadi kita tidak dapat lagi hanya mengandalkan para pendeta atau penginjil. Setiap kita sebagai anggota jemaat harus terlibat dalam pelayanan. Selama ini kita terbiasa menyerahkan semua tanggung jawab pelayanan hanya kepada hamba Tuhan atau pengurus gereja. Sekarang juga pola pikir itu harus segera diubah! Jemaat pun harus terjun langsung dan mengambil bagian dalam pelayanan, tidak ada istilah santai atau bermalas-malasan. Di sekitar kita banyak jiwa yang harus diselamatkan, harus diinjili dan banyak jiwa yang tersesat. Sebesar apa pun tenaga yang dikeluarkan oleh para hamba Tuhan, tidak akan dapat mencukupi sampai kapan pun. Jadi, tidak ada yang tidak dapat kita kerjakan dan tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melayani Tuhan.

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” Filipi 1:21-22a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.511 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: