Hal Berdoa

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 10 Oktober 2008 -

Baca: Matius 6:5-8

“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Matius 6:6

Saudara pernah berdoa? Pasti serempak jawabannya, “Ya!”. Apakah selalu mendapatkan jawaban Tuhan? Mungkin jawabannya, “Kadang-kadang”. Mengapa ini terjadi? Adakah yang salah dengan doa kita? Apakah kita berdoa sesuai petunjuk yang Tuhan ajarkan?
Dalam Injil Matius pasal keenam ini Tuhan Yesus memberikan petunjuk dan arahan bagaiamana seharusnya kita berdoa. Banyak orang Kristen mengeluh karena doanya belum juga dijawab Tuhan. Ketika kita mendoakan orang-orang sakit, mereka tidak sembuh, atau mungkin sakitnya malah parah dan sebagainya. Lalu kita berpikir percuma kita berdoa, toh tidak ada hasilnya. Jangan salah mengerti. Tuhan adalah Tuhan yang menjawab doa! Tetapi perlu kita pahami bahwa memperoleh apa yang kita minta bukanlah tujuan utama dari doa. Doa bukanlah sekedar proses memberikan rentetan daftar permintaan kita kepada Tuhan; doa juga bukan sarana mengingatkan Tuhan akan apa yang kita perlukan. Salah satu tujuan doa ialah menggunakan waktu dan kesempatan untuk berbicara atau bercakap-cakap dengan Bapa sorgawi kita. Bila ini tujuan kita berdoa, kita akan menghargai ‘hak istimewa’ ini dan melakukannya setuap saat untuk membangun kekariban dengan Allah Sang Pencipta semesta alam ini. Jadi doa bukan hanya mengenai jawaban saja, melainkan merupakan momen di mana kita memiliki persekutuan yang indah dengan Allah, yang atas dasar kasih karuniaNya sendiri, Ia memilih untuk menjadi Bapa atas kita. Seharusnya keintiman kita dengan Tuhan tidak hanya sebatas ‘jam-jam doa’, namun suatu hubungan yang konstan, detik demi detik, jam demi jam, secara terus menerus.
Berdoa memungkinkan kita datang ke hadirat Bapa untuk menyatakan kasih kita kepadaNa, berterima kasih atas pemeliharaanNya dan untuk memberi hormat yang sudah sepantasnya kita berikan kepadNya. Jadi dapat berkomunikasi dengan Bapa sudah merupakan upah!

“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,” Efesus 6:18

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.031 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: