Sikap Dalam Melayani Tuhan

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 19 Oktober 2008 -

Baca: Matius 18:1-5

“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Matius 18:4

Iblis sangat tidak suka dengan anak-anak Tuhan yang hidup benar dan bersungguh-sungguh melayaniNya, sehingga berbagai cara ditempuh untuk mengacaukan dan menghancurkan pelayanan kita. Dalam pelayanan seringkali timbul banyak sekali permasalahan, terutama berkenaan dengan sikap hati kita.
Ada beberapa sikap yang perlu kita hindari supaya pelayanan kita benar-benar berkenan kepada Tuhan dan menghasilkan ‘upah': 1. Sombong. Di zaman Tuhan Yesus dulu, ini terjadi pada orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka memahami firman dan memiliki karunia menginjil, tapi hati mereka dipenuhi kesombongan. Biasanya kesombongan akan timbul kalau seseorang sudah berhasil dalam tugas pelayannya. Perhatikan! “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan;” (Yesaya 2:11a). Jadi, Tuhan sangat benci kepada kesombongan dan kecongkakan (baca juga Amsal 8:13).
2. Masa bodoh. Sering kita jumpai orang Kristen yang bersikap masa bodoh, tidak mau peduli pada orang lain alias egois. Kalaupun terlbiat dalam pelayanan, itu dilakukan asal saja, tanpa semangat, persiapan ataupun keseriusan, yang penting dilihat Pendeta telah ikut melayani. Melalui Zefanya Tuhan mengingatkan, “Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN.” (Zefanya 2:1-2).
3. Suam-suam kuku. Dikatakan melayani, namun setengah-setengah; dikatakan tidak melayani, kok terlibat dalam pelayanan. Ini seperti berdiri di atas dua perahu, satu kaki di kanan, satu di kiri; timbul tenggelam, imannya naik turun dan masih kompromi dengan dosa. FirmanNya tegas mengatakan, “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Wahyu 3:16). Dalam melayani Tuhan Yesus menghendak agar kita memiliki sikap rendah hati seperti anak kecil, lemah lembuh, penuh kasih, sabar dan penuh kemurahan. Untuk menjadi yang terbesar kita harus menjadi yang terkecil, menjadi pelayan bagi orang lain.

Milikilah sikap hati yang benar dalam melayani dan teladanilah Tuhan Yesus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.981 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: