Pentingnya Persekutuan (2)

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 10 November 2008 -

Baca: Kisah Para Rasul 2:41-47

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” – Kisah 2:42

Jemaat mula-mula adalah contoh kumpulan orang-orang percaya yang memiliki persekutuan intim dengan Tuhan dan sesama. Tertulis demikian, “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah.” (Kisah 2:46, 47a). Persekutuan mereka dengan Tuhan dapat dilihat dari ketekunan mereka mempelajari firman dan memuji Tuhan di BaitNya. Itulah wujud persekutuan dengan Tuhan!

Dalam saat teduh kita bersekutu secara pribadi dengan Tuhan melalui doa kita, memuji dan meninggikan namaNya serta mendengarkan suaraNya melalui firman yang kita baca dan pelajari. Daniel pun melakukannya. “Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” (Daniel 6:11b), itulah sebabnya Daniel menjadi pemuda yang memiliki roh yang luar biasa, sehingga kehidupannya menjadi kesaksian di mana pun ia berada karena hadirat Tuhan senantiasa melingkupinya.
Tuhan Yesus adalah pokok anggur dan kita carang-carangnya. Cara tidak mungkin memiliki kehidupan tanpa ‘melekat’ pada pokoknya, itulah sebabnya kita harus selalu ‘bersekutu’ dengan TUhan dan “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5b). Dalam hal ini Paulus juga mengeaskan bahwa Tuhan Yesus adalah kepada jemaat dan kita adalah tubuhNya, jadi secara otomatis kehidupan kita tidak dapat dipisahkan dari Kristus. Jemaat Tuhan akan menjadi kuat dan ‘berdampak’ bagi dunia bila mereka berada di dalam satu kesatuan alias tidak terpecah-pecah, dan yang harus menjadi dasar persekutuan itu adalah kasih. “…supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” (1 Korintus 1:10). Karena persekutuannya yang kuat, jemaat mula-mula mengalami banyak mujizat, tanda-tanda ajaib dinyatakan olehNya, “Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kisah 2:47c).

Melalui persekutuan, iman kita semakin bertumbuh dan berdampak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.793 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: