Bersandar Kepada Tuhan

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 27 Desember 2008 -

Baca: Mazmur 112:1-8

“Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” Mazmur 121:5

Semua orang yang ada di dunia ini: orang kaya, orang miskin, tua atau muda, yang tinggal di kota maupun di desa, tentunya tidak terlepas dari berbagai pergumulan hidup, karena persoalan itu datang tidak memandang bulu: siapa saja! Jadi kita seharusnya menyadari bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Tidak ada yang bisa kita banggakan di dunia ini, maka “… jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” (1 Korintus 1:29). Untuk dapat keluar sebagai pemenang di setiap pergumulan, kita harus memiliki cara pandang yang benar terhadap segala sesuatu.
Perjalanan hidup Daud pun tidak  berbeda dengan kita, dipenuhi dengan masalah dan pergumulan, tetapi dia tahu kepada siapa harus bersandar dan berharap! Daud tidak pernah menyerah pada keadaan, apalagi putus asa dan merenungi nasib! Imannya tetap kokoh. Di tengah kesesakan yang hebat pun, Daud masih dapat berkata “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.” (Mazmur 121:2-4).
Sebagai seorang raja, Daud memiliki pasukan/bala tentara yang sangat kuat dan terlatih. Ia juga memiliki banyak orang kepercayaan, tetapi kesemuanya itu bukanlah jaminan! Daud tahu bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber jaminan dan sandaran hidupnya. Tuhanlah yang menjadi penjaga Israel! Tuhan Daud adalah Tuhan kita juga, Dia sangat peduli dan memperhatikan keberadaan umatNya. Dia yang akan menuntun langkah hidup kita, bahkan “TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.” (Mazmur 121:8). Jadi, berseru-serulah kepada Tuhan ketika sedang menghadapi pergumulan berat. Jangan pernah meninggalkan persekutuan denganNya, teruslah membangun keintiman di segala waktu dan keadaan. Sekarang ini tidaklah mudah memiliki penyerahan penuh kepada Tuhan. Hati manusia lebih condong bersandar kepada harta/kekayaan/uang. Mereka berpikir dengan memiliki uang banyak sega sesuatunya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.

“Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” (Mazmur 55:23)

2 Tanggapan

  1. Pengelola website ykk,
    Saya mendapat berkat dari Firman Tuhan di atas. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.

    Catatan:
    Saya mendapati ada salah ketik dari ayat di bagian awal renungan hari ini.
    1.
    Ayat bacaan tertulis: Mazmur 112:1-18 (apakah ada kesalahan di pasal atau ayatnya?). Mazmur 112 hanya sampai ayat 10, sedangkan Mazmur 121 hanya sampai ayat 8.

    2.
    Tertulis:
    “Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” Mazmur 171:5. Mungkin yang dimaksud adalah Mazmur 121.

    • Wah, terima kasih atas koreksi. Terima kasih banyak… memang saya salah ketik. Benar benar memalukan, salah ketik pada bagian Perkataan Tuhan… :(

Tinggalkan Balasan