Menghormati Hamba Tuhan

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 11 Februari 2009 -

Baca: Ibrani 13:17-25

“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.” Ibrani 13:17a

Ada pepatah yang mengatakan: ‘Tak ada gading yang tak retak’, artinya di dunia ini tidak ada sesuatu yang sempurna; tidak ada manusia super, tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan, masing-masing kita memiliki banyak kekurangan/kelemahan, begitu juga dengan geraja maupun para hamba Tuhan.
Seorang hamba Tuhan memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Mereka dipanggil oleh anugerah Tuhan untuk bertanggung jawab memelihara domba-doma dan berjaga-jaga atas keselamatan jiwa kita. Maka dari itu kita tidak boleh meremehkannya, apalagi tidak berlaku hormat kepadanya. Kita harus taat dan menurut kepada mereka dalam hal-hal rohani, menaruh rasa hormat dan meneladani pengorbanannya dalam hal pelayanan yang dilakukannya bagi kita. Hamba Tuhan adalah juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan masih banyak kekurangannya. Tetapi kita sebagai jemaat seringkali tidak menyadarinya, kita dengan mudahnya mencemooh dan cenderung menghakimi hamba Tuhan yang melakukan kesalahan, bahkan kisah tentang mereka selalu jadi gosip terhangat di antara jemaat.
Alkitab mengajakan, “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.” (1 Timotius 5:17). Bila kita diberi pengajaran yang keras berlandaskan firman Tuhan, janganlah marah atau sakit hati. Siapakah kita ini? Bukankah kita juga penuh kekurangan dan tidak sempurna? Marilah saling meringankan beban moral yang harus ditanggung para hamba Tuhan dengan membantu dan mendukungnya menjalankan Amanat Agung Sorgawi tersebut. Bila kita menanam kepahitan dan kebencian, damai sejahtera Allah akan berlalu dari hati kita. Daud, yang walaupun hidupnya dibuat sengsara oleh Saul, saat memiliki kesempatan membalas tidak berani melakukannya dan berkata “…sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?” (1 Samuel 26:9). Karena berani mengolok pimpinannya (Musa), Miryam dan Harus harus menuai akibatnya: Mirya terkena kusta.

Berhentilah mendiskreditkan hamba Tuhan, karena mereka pemimpin rohani kita!

Satu Tanggapan

  1. Mengapa hamba Tuhan harus dihormati? Bukankah ia juga sama dengan kita? Boleh jadi ada yang bertanya demikian. Benar. Namun hamba Tuhan, walaupun ia sama dengan jemaat (bagian dari jemaat), ia telah dipilih dan di khususkan Allah untuk membimbing jemaatNya (1 Tes.5:12), dan yang berjaga-jaga atas jiwa jemaat (Ibrani 13:17). Paulus mengatakan: ” Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar” (1 Tim. 5:17). Karena itu berbahagialah hamba Tuhan yang setia melakukan tugas panggilannya tersebut, karena ia akan dipuji tuannna: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu”. Demikian juga jemaat yang menghormati hamba Tuhan akan diberkati, dan bila tidak akan terjadi juga sebaliknya. Janji Allah kepada Abraham (Kej. 12:3) berlaku juga bagi hamba Tuhan dan jemaat, karena kitalah anak-anak Abraham dalam iman (bd.Roma 4:16). Tx.GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.806 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: