– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 24 Februari 2009 -
Baca: Filipi 3:7-16
“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,” Filipi 3: 13
Harus kita sadari bahwa dunia ini bergerak begitu cepatnya sehingga memaksa setiap orang yang ada di dalamnya untuk terus berkompetisi. Bila kita tidak dapat mengikuti arus tersebut kita akan terlibas dan kemudian menjadi hancur. Oleh karena itu sebelum kehancuran menimpa, banyak orang berusaha saling jegal dan menjatuhkan satu sama lain. Manusia akan menjadi serigala bangi sesamanya, siapa yang kuat maka dialah yang akan menang. Manusia hanya akan mementingkan dirinya sendiri, sehingga orang akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan dan kenikmatan. Itulah yang disebut dengan persaingan, tetapi persaingan yang tidak sehat.
Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi situasi dunia yang penuh dengan gejolak dan mementingkan diri sendiri ini? Alkitab mengingatkan, “dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Ibrani 2:1). Jangan sampai kita terpengaruh dan tergoda dengan konsep yang ditawarkan Iblis yang kelihatannya masuk akal (logis) dan terasa cocok untuk dipraktekkan. Adalah sebuah tantangan bagi setiap orang percaya agar tetap hidup di dalam kebenaran firman dan senantiasa menempatkan Kristus sebagai teladan utama dalama kehidupan ini. Oleh karena itu kita harus mempunyai sasaran hidup yang jelas; bila tidak, kita akan seperti perahu yang kehilangan arah dan mudah diombang-ambingkan oleh arus dunia ini. Rasul Paulus memiliki sasaran hidup (goal) yang jelas yaitu“…berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (ayat 14 dari Filipi). Dia melupakan semua masa lalunya dan fokus pada panggilan Tuhan. Itulah sebabnya hidup Paulus berubah 180 derajat! Semangat dan kerinduannya untuk menggenapkan kehendak Tuhan benar-benar patut diteladani dan menjadi inspirasi bagi setiap anak Tuhan.
Ingat! Sasaran hidup yang ditawarkan oleh dunia ini hanyalah bersifat materi yang akhirnya akan membawa kita kepada kebinasaan kekal. Harta dan materi yang ada pada kita bukanlah jaminan untuk memperoleh hidup kekal.
Pertanyaannya: sudahkan arah hidup kita sesuai dengan kehendak Tuhan?
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian


