– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 26 Februari 2009 -
Baca: Mazmur 59:1-18
“Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku; bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan aku.” Mazmur 59:2
Bila kita perhatikan, hari-hari Daud dipenuhi dengan pergumulan dan tantangan. Dapat kita bayangkan bagaimana perasaan hati kita bila setiap hari harus dikejar-kejar musuh yang terus berusaha menghancurkan dan membunuh kita. Itulah yang dialami Daud. Latar belakang penulisan mazmur pasal 59 ini adalah ketika Daud melarikan diri dari kejaran Saul seperti tercatat: “Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh.” (1 Samuel 19:1a) dan pada suatu kesempatan, “Saul berikhtiar menancapkan Daud ke dinding dengan tombaknya, tetapi Daud mengelakkan tikaman Saul, sehingga Saul mengenai dinding dengan tombak itu. Sesudah itu Daud melarikan diri dan luputlah ia pada malam itu.” (1 Samuel 19:10).
Selama kita hidup di dunia ini, sadarkah bahwa kita memiliki banyak musuh yang sewaktu-waktu menyerang kita? Mungkin kita berpikir bahwa musuh kita adalah orang-orang yang pernah menyakiti atau menfitnah kita: mantan pacar, suami/istri kita yang pernah menyeleweng, orangtua yang membuang kita dan lain-lain. Salah besar! Mereka bukanlah musuh kita, melainkan orang-orang yang harus kita kasihi dan ampuni! Daud pun meski dibuat menderita di sepanjang hidupnya tidak pernah membalas kejahatan yang dilakukan Saul terhadapnya! Firman Tuhan berkata, “…perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging,…” (Efesus 6:12a). Sesungguhnya, musuh utama kita adalah Iblis atau si jahat, bapa segala dusta yang selalu berusaha menghancurkan kehidupan orang percaya melalui pikiran dan suara-suara negatif yang membuat kita menjadi ragu-ragu dan tidak percaya lagi kepada Tuhan. Selain itu musuh kita adalah kedagingan, “Karena keinginan daging adalah maut,” (Roma 8:6a) dan itu adalah perseteruan terhadap Allah (Roma 8:7). Kita harus berjuang untuk melawan dan mematikannya!
Dunia itu pun penuh dengan segala keinginannya (daging, mata dan keangkuhan). Perhatikan! Bila kita bersahabat dengan dunia ini berarti kita adalah musuh Allah (Yakobus 4:4). Tidak ada cara lain selain kita harus melekat kepada Tuhan, supaya kita tidak terhanyut di dalamnya.
Tinggal di dalam firmanNya adalah kunci mengalahkan musuh!
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian


