– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 27 Februari 2009 -
Baca: Pengkotbah 4:17; 5:1-6
“Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat.” Pengkotbah 4:17
Berbicara tentang ibadah pasti yang timbul pertama kali dalam pikiran kita adalah suatu aktivitas yang kita lakukan secara rutin di hari Minggu. Banyak orang Kristen yang menganggap bahwa ibadah kepada Tuhan adala perkara yang biasa atau sekedar kewajiban yang harus dikerjakan, apalagi bila ada halangan (hjuan, sibuk lembur) tidak datang ke geraja tidak apa apa, toh masih bisa lain kali.
Salomo mengingatkan kita tentang pentingnya arti ibadah. Dia berkata, “Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah!” Kalimat ini bukanlah sekedar saran atau himbauan tetapi merupakan perintah yang harus ditaati. Kata ‘jagalah’ mengandung unsur kewaspadaan karens setiap orang selalu mengalami pergumulan terlebih dahulu sebelum mereka pergi beribadah: ada yang sengaja datang terlambat, ada yang datang karena terpaksa, ada yang asal datang supaya tidak dicap malas, atau datang karena pengkotbahnya terkenal, bukan karena memiliki kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan. Rumah Tuhan yang dimaksud Salomo bukanlah bangunan secara fisik, etetapi tempat di mana Tuhan bersemayam di dalamnya. Saat kita beribadah kepada Tuhan sesungguhnya kita sedang berjalan dalam peperangan untuk mencari hadirat Tuhan atau mencari yang lain. Ibadah bukan hanya sekedar duduk, menyanyi, mendengarkan koor, lalu memberikan persembahan dan mendengarkan firman. Tidak! Ibadaha adalah pertemuan pribadi antara kita dengan Sang Pencipta, pertemuan antara kita manusia berdosa dengan Allah yang Mahasuci. Sadarkah bahwa ketika kita melangkah ke dalam rumah Tuhan kita sedang menuju tahta Allah yang Maha Kudus? Karena “Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus;” (Mazmur 11:4a).
Sesungguhnya kitalah yang membutuhkan Tuhan, bukan sebaliknya! Kita ini bukanlah siapa-siapa di hadapan hadiran Tuhan, oleh sebab itu janganlah ada yang memegahkan diri. Saat berada di rumahNya adalah kesempatan bagi kita untuk mengevaluasi diri, apakah selama ini hidup kita sudah berkenan kepada Tuhan.
Siapkan hati dengan benar dan milikilah kerinduan saat datang ke baitNy1!
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian


