- Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 18 April 2009 -
Baca: Mazmur 2:1-12
“Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,” Mazmur 2:11
Beribadah kepada Tuhan adalah keharusan bagi kita anak-anakNya, lebih-lebih di hari-hari menjelang kedatangan Tuhan yang sudah sangat dekat ini. Firmannya kembali mengingatkan, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25).
Pertemuan ibadah yang dimaksud adalah di mana umat Tuhan berkumpul bersama untuk berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Ini adalah ibadah dalam arti khusus. Saat beribadah terjadi pertemuan antara Tuhan dengan umatNya: Tuhan berbicara kepada umatNya melalui pemberitaan firman yang disampaikan hambaNya, sedangkan kita mendekat kepada Tuhan melalui doa, pujian dan persembahan kepadaNya, serta memberikan persembahan korban syukur.
Dalam ibadah/kebaktian inilah kita mengungkapkan kasih kita kepada Tuhan melalui pujian dan penyembahan. Tuhan menghendaki kita melakukan segala sesuai dengan didasarkan kasih kepadaNya, bukan ‘lain di bibir lain di hati’. Dan janganlah kita melakukan ibadah hanya karena rutinitas semata belaka seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel, sehingga dengan keras Tuhan menegur mereka, “…bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,” (Yesaya 29:13). Bila ibadah yang kita lakukan tidak lebih dari sekedar kegiatan di hari Minggu, maka hal itu tidak akan berdampak apa pun, padahal kuasa ibadahlah yang sanggup mengubah/memulihkan seseorang, sehingga ia semkian berkenan dan serupa dengan Kristus. Sayangnya saat ini masih banyak orang Kristen yang datang beribada di gereja tanpa disertai rasa hormat kepada Tuhan, ini terbukti saat memuji Tuhan mereka enggan membuka mulutnya, tidak serius dan asbun (asal bunyi). Ada pula yang sambil bersenda gurau, bertelepon ria atau mengirim sms padahal firman Tuhan sedang disampaikan oleh hambaNya.
Tanpa kesungguhan hati, ibadah yang kita jalani tidak menghasilkan apa-apa!
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian | Ditandai: Doa, Firman, gereja, ibadah, Ibrani, Mazmur, puji, sembah, Yesaya


