Seri Cacat Rohani: Tidak Berselera Makan

- Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 3 Mei 2009 -

Baca: Yesaya 55:1-13

“Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?” Yesaya 55:2a

Kedal atau kudis (Imamat 21:18-20) merupakan penyakit ‘kulit’ secara rohani yang diakibatkan kekurangan gizi dari ‘makan rohani’, yaitu terlalu banyak makan makanan yang tidak sehat. Kalau sudah kenyang dengan makanan tidak sehat, selera untuk makan makanan yang memberi ‘hidup’ sudah tidak ada lagi. Akibatnya roh kita akan sakit karena kekurangan gizi.
Yang bergizi bagi tubuhkita adalah roti sorgawi. Dan roti hidup itu sudah disediakan cuma-cuma bagi siapa yang mau datang kepadaNya. “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!” (Yesaya 55:1). Hidangan lezat dari Tuhan sudah disajikan secara gratis, namun banyak orang malah tidak mau datang untuk makan dan minum.
Manusia lebih memilih mengenyangkan dan memuaskan diri dengan segala jenis ‘makanan duniawi’, yaitu hingar-bingar hiburan dan segala kenikmatannya, daripada harus membaca dan merenungkan firman Tuhan yang merupakan roti kehidupan. Roti yang memberi hidup itu adalah Yesus sendiri, seperti kataNya,“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35). Hati Tuhan kecewa dan sedih sehingga Dia bertanya, “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.” (Yesaya 55:2). Memang tidak mudah berpuasa dari ‘makanan duniawi’, itulah yang disebut penyangkalan diri. Mampukah kita? Tertulis: “roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41) dan kita tahu bahwa “…keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh…” (Galatia 5:17). Dengan berpuasa dari makanan duniawi, selera makan kita akan makan rohani akan timbul. Roh yang senantiasa lapar akan kebenaran Ilahi menyebabkan seseorang akan berdukacita karena dosa.

Tanpa makanan rohani (firman Tuhan) kita tidak akan hidup!

Tinggalkan Balasan