Seri Cacat Rohani: Mandul Rohani

- Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI  5 Mei 2009 -

Baca: Yohanes 15:1-8

“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yohanes 15:2

Bapa sorgawi adalah pengusaha kebun anggur, Yesus pokok anggurnya dan umat Tuhan menjadi ranting-rantingNya. Setiap ranting harus bertumbuh dan berbuah, bila tidak, ia akan dipotong oleh si pemilik kebun anggur yaitu Bapa sorgawi. Inilah kehendak Tuhan yaitu kekristenan yang berbuah! Kristen sejati tidak statis, tetapi terus berproses.
Cacat rohani lain yang disebutkan dalam Imamat 21:18-20 adalah buah pelir yang rusak. Ini berbicara tentang kemandulan spiritual yang sangat fatal, tidak bisa menghasilkan keturunan (berbuah). Alkitab sangat tegas memperingatkan bila kehidupan rohani kita tidak berbuah, maka “…ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar” (Yohanes 15:6). Ketika seorang Kristen tidak bertumbuh berarti sedang menuju kepada kematian. Sebenarnya selama kita masih hidup kita masih mempunyai kesempatan untuk berubah, karena hanya benda mati yang tidak berubah dan bertumbuh. Jadi, pertumbuhan adalah tanda dari sebuah kehidupan.
Agar kita mengalami pertumbuhan dan menghasilkan buah, kita harus melekat pada pokok anggur itu. Tuhan berkata, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yohanes 15:4). Pertumbuhan bukanlah hal sederhana, sebab membutuhkan pergumulan dan campur tangan Tuhan. “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5a). Pertumbuhan membutuhkan hikmat dan kuasa dari Roh Kudus yaitu kuasa yang menguatkan, sehingga kita tidak mudah jatuh dalam dosa; kuasa yang memampukan kita bertahan hidup dalam kebenaran, sebab sebagai manusia kita lemah dan tidak memiliki kekuatan, kecuali bila Kristus hidup di dalam dia dan kita hidup di dalam Kristus. Jadi kita tidak bisa diam saja, ada harga yang harus kita bayar, keluar dari segala kenyamanan dan tunduk sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.

“Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” Matius 3:8

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.043 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: