Perkara Yang Dibenci Tuhan (2)

- Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISIĀ  8 Mei 2009 -

Baca: Mazmur 37:27-29

“Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya.” (Mazmur 37:27)

Alkitab kembali menegaskan, “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan,” (Amsal 12:22a), tetapi “Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya,” (Amsal 12:19a). Karenanya, “…buanglah dusta dan berkatalah benar seseorang kepada yang lain,” (Efesus 4:25).
3. Tangan yang menumpahkan darah orang lain yang tidak bersalah. Prinsip yang terkandung di dalamnya jauh lebih dari sekedar menumpahkan darah (membunuh) secara fisik, namun segala sesuatu yang dilakukan untuk menghancurkan orang yang tidak bersalah, baik lewat ucapan atau tindakan: memperdaya dan berlaku jahat terhadap orang yang lemah, sikap semena-mena yang ditunjukkan orang kaya terhadap si miskin, juragan yang dengan kejam menganiaya buruhnya dan masih banyak lagi. Bukankah hal ini masih sering terjadi di sekitar kita?
Perkara berikutnya:
4. Hati yang jahat dan kaki yang lari menuju kejahatan. Hati yang dipenuhi rencana jahat harus kita buang! “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat,” (Matius 15:19). Hati Saul penuh kebencian terhadap Daud, sehingga ia selalu merancang hal-hal jahat terhadap Daud. Apakah hati kita masih menyimpan kebencian terhadap orang lain seperti Saul dan berniat balas dendam? Dunia saat ini dipenuhi segala macam kejahatan yang kian merajalela. Berita pembunuhan, perampokan, perkosaan atau pornografi menjadi menu langganan televisi dan koran setiap hati. Tuhan mengingatkan agar kita lari jauh dari kejahatan, serta jangan sampai terlibat di dalamnya. Jadi, “Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.” (1 Petrus 4:15).
5. Bersaksi dusta dan suka menimbulkan pertengkaran. Peringatan ini lebih ditujukan pada bentuk kebohongan yang lebih spesifik yaitu suka mengfitnah, omong besar dan ‘bocor mulut’, atau suka menghasut sehingga menimbulkan permusuhan antarteman. Mari kita gunakan bibir/lidah hanya untuk memuliakan nama Tuhan, menyaksikan kebesaranNya, memberitakan Injil kepada setiap orang yang kita jumpai!

“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermaikan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Galatia 6:7

Tinggalkan Balasan