– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 18 Mei 2009 -
Baca: Mazmur 28:1-9
“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.” Mazmur 28:7
Manusia tidak pernah luput dari masalah, besar atau kecil. Tetapi yang penting adalah bagaimana tanggapan dan reaksi kita di kala sedang dalam masalah tersebut. Pemazmur berkata, “Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau,” (Mazmur 84:6a). Saat kita sedang dalam keadaan terjepit, terpuruk dan hancur, apakah kita mengandalkan kepintaran, kekuatan diri sendiri, uang atau harga yang kita miliki? Ingat! Uang dan harta dalam waktu sekejap bisa habis. Ataukah kita akan mencari pertolongan kepada sesama dan bersandar kepadanya? Alkitab mengingatkan, “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya,” (Yesaya 31:1). Mesir berbicara tentang apa yang ada di dunia ini (harga, kekayaan); pasukan berkuda dan kereta lambang kekuasaan dan kepintaran.
Adalah bijak sekali bila dalam kesesakan kita bertindak sepert Daud berdoa, “Perlihatkanlah kepada kami kasih setiaMu, ya Tuhan, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari padaMu!” (Mazmur 85:8). Pada saat genting, kritis, pada saat detik-detik di mana kita akan tenggelam, berserulah dan mohon keselamatan dari Tuhan. Jangan sekali-kali menaruh harap kepada sesama karena pertolongan mereka sangat terbatas, dan kita akan kecewa, bahkan mungkin mereka akan mencela dan mengejek kita dengan aneka macam perkatan negatif. Atau malah kita terpedaya oleh tipu daya Iblis sehingga mencari pertolongan kepada orang pintar (dukun). Jangan smapai ini terjadi! Bila hal ini pernah kita lakukan, segeralah bertobat dan mohon ampun kepada Tuhan.
Juga jangalah menjadikan Tuhan sebagai ‘lampu Aladin’ saja; kita mencari Dia saat terjepit dan butuh, namun setelah persoalan selesai kita melupakan dan meninggalkan Dia. Marilah setiap saat kita mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan dan membangun keintiman dengan Dia melalui jam-jam doa kita. Andalkan Tuhan saja dalam segala hal.
Tuhan itu “…sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” Mazmur 46:2
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian | Ditandai: bijak, Daud, dukun, harta, kekayaan, Kekuatan, kritis, masalah, Mazmur, Yesaya



Manusia adalah mahluk lemah. Dan kelemahan-2nya itu muncul disaat marah, benci, iri, dengki, sombong, egois dan tidak perduli pd sesama.
Bukan saja dalam kesesakan dan himpitan kita dekat dengan Tuhan tetapi pun disaat senang, berbahagia jangan lupakan Tuhan.
Tuhan berada dekat dengan kita tinggal saja kita mau tidak dengan kehadiran-Nya….?
Justru kadang manusialah yang menolak-Nya.
Janganlah menyalibkan Yesus untuk kedua-kalinya…!
kekuatiran sering kali menjadi penghalabg buat kita berserah sepenuhnya pada Tuhan
Namun ada dua pilihan dalam sebuah iman:
1. Percaya dan berserah
2. Tidak.
Kita tidak bisa hanya setengah-setengah bila berserah. karena iman selalu PERCAYA DAN BERSERAH sepenuhnya pd Tuhan.
SEMOGA TUHAN YESUS MEMBERKATI SAYA DAN SAUDARA SEMUA.
TERIMAKSIH BUAT PENULIS BLOG INI.
TUHAN MEMBERKATI SETIAP PEKERJAAN ANDA
HALELUYA..HALELUYA…
GBU