Pengumuman dari Penulis

Pembaca yang terkasih dalam Tuhan

Untuk mengisi kekosongan blog ini, mulai hari ini (Minggu, 24 Mei 2009), saya akan menyadur renungan harian yang saya ambil secara online dari www.RenunganHarian.net.

Terima kasih
Tuhan Berkati Kita Semua

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Pembaca yang terkasih dalam Tuhan

Saya sebagai penulis, baru menyadari ketika beberapa minggu lalu, saya membaca kembali cetakan Renungan Harian Air Hidup, yang selama ini menjadi pegangan saya untuk menulis blog ini. Selama 1 tahun lebih terakhir ini, ternyata saya menulis tanpa sepengetahuan dan seijin dari penulis atau penerbit Renungan Harian Air Hidup (AH). Di buku cetakan AH tersebut, ternyata dicantumkan bahwa dilarang untuk mengutip atau memperbanyak tanpa seizin dari penulis atau penerbit.

Penulis sudah menghubungi pihak penerbit AH, dan kemudian di balas oleh pihak penerbit AH. Intinya saya di minta untuk menghentikan penulisan blog ini, yang mengambil dari Renungan Harian Air Hidup. Dan juga klarifikasi yang harus saya sampaikan.

Atas dasar di atas, maka dengan ini :

  1. Saya akan menghentikan penulisan blog saya ini, per postingan ini ditulis, yang sumbernya diambil dari Renungan Harian Air Hidup.
  2. Saya klarifikasi, bahwa selama saya menulis blog ini, posisi saya bukan sebagai bagian dari team Renungan Harian Air Hidup. Saya hanya menuliskan / menyadur dari buku Renungan Harian Air Hidup.
  3. Bahwa selama saya menulis blog ini, yang saya sadur dari Renungan Harian Air Hidup, belum mendapat izin dari pihak penerbit / penulis Renungan Harian Air Hidup.
  4. Saya meminta maaf setulus hati dan sedalam-dalamnya kepada pihak penulis dan penerbit Renungan Harian Air Hidup, karena selama ini saya menyalin / menyadur dari cetakan Renungan Harian Air Hidup, tanpa seijin dari penulis dan penerbit Renungan Harian Air Hidup.
  5. Untuk selanjutnya, pembaca dapat mengirimkan email ke living_water_2002[at]yahoo[dot]com jika ingin mengikuti Renungan Harian Air Hidup selanjutnya, dalam versi elektronik.

Demikian pernyataan ini saya buat.

Terima kasih

Penulis Blog Saat Teduh

5 Tanggapan

  1. Saya kira sayang sekali kalau penulisan blog ini dihentikan. Walaupun saya juga bisa mengerti permintaan dari RAH tapi apabila anda punya source lain atau mungkin bisa meminta leniency dari RAH, ada baiknya apabila blog ini dilanjutkan.
    FYI, setiap pagi, blog anda adalah salah satu site pertama yg saya buka di kantor. Lumayan untuk menyegarkan hari saya.

    Sukses terus bung and terus berkarya…

  2. Saya juga menyayangkan jika blog ini dihentikan penulisannya,walau saya juga mengerti alasan dari pihak Air Hidup dalam hal hak cipta .Apakah tidak ada cara lain,mengingat Anda tidak mempublikasikan isinya untuk kepentingan komersil? Saya tinggal di Jerman,dan tidak memungkinkan bagi saya untuk membeli Air Hidup per eksemplar,seperti yg dulu saya lakukan ketika masi berdomisili di Indonesia.

  3. Pak Steve & Pak / Bu Aya.
    Terima kasih atas tanggapan dan dukungan anda. Saya masih berusaha menghubungi beberapa penulis, untuk mendapatkan izin memposting / menyadur tulisan mereka, termasuk dari AH sendiri.

    Saya memang berencana tidak menghentikan blog ini seterusnya, hanya sementara saja, sampai saya bisa mendapatkan kepastian.

    Terima kasih, Tuhan berkati kita semua.

  4. Saya percaya , Blog Saat Teduh akan tetap menulis mungkin bisa dari Referensi lain yg tentunya semua bersumber dari Firman Tuhan , sebenarnya tujuan Air Kehidupan & Saat Teduh adalah sama yaitu untuk menjadi Saluran Berkat bagi para Pembaca yg haus akan Firman Tuhan.
    MAJU TERUS UNTUK MELAYANI… !! MELALUI BLOG INI.
    GBU.

  5. smangatzzzz
    ;)
    Jesus bless..

Tinggalkan Balasan