Prinsip Kasih Lebih Penting Dari Kebebasan

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Baca: 1 Korintus 8

Prinsip penting apa tentang pengambilan keputusan yang diajarkan dalam bacaan Alkitab hari ini? Dalam hidup kita, kadang-kadang kita menghadapi pilihan yang sulit atau yang mengandung risiko, yang mana pun pilihan yang kita ambil. Dalam keadaan seperti itu, orang Kristen tidak boleh hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, melainkan harus memprioritaskan kepentingan orang lain. Dalam kasus makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala dalam pasal ini, sebenarnya tidak berdosa bila seorang Kristen langsung memakan makanan tersebut karena makanan bersifat netral. “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.” (8:8). Bila seorang Kristen belanja daging di pasar (yang hampir pasti sudah dipersembahkan kepada berhala) atau diundang makan oleh orang yang belum percaya (makanan yang disajikan kemungkinan besar sudah dipersembahkan kepada berhala), daging yang dibeli atau makanan yang disajikan boleh saja dimakan (10:25,27). Akan tetapi perlu diingat bahwa kebebasan tersebut harus ditanggalkan bila kebebasan tersebut menjadi batu sandungan bagi orang lain (8:9-13; 10:28-33). Jadi, prinsip kasih (mengutamakan kebaikan bagi orang lain) harus lebih diutamakan daripada prinsip kebebasan.

Apakah Anda memiliki kebesaran hati untuk melepaskan kebebasan Anda dan memilih untuk menyesuaikan diri Anda demi kepentingan orang lain atau demi membangun orang lain? Marilah kita memegang prinsip mengasihi dan prinsip membangun orang lain sebagai prinsip utama dalam berhubungan dengan orang lain. [P]

Tinggalkan Balasan