Baptisan Orang Mati

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Baca: 1 Korintus 15

Apakah praktik “dibaptis bagi orang mati” (15:29) boleh kita tiru saat ini?
Pertama, sadarilah bahwa kita tidak bisa memastikan maksud ungkapan “dibaptis bagi orang mati”. Ada yang menafsirkan “orang mati” itu sebagai anggota keluarga yang telah meninggal. Ada yang beranggapan bahwa orang yang mati itu adalah martir (mati karena mempertahankan iman Kristen). Ada pula yang menduga bahwa orang mati itu adalah orang percaya yang meninggal sebelum sempat dibaptiskan. Dalam sejarah penafsiran Alkitab, terdapat 30 sampai 40 macam tafsiran yang berbeda tentang maksud ungkapan di atas. Kesulitan kita untuk menentukan pengertian ungkapan “dibaptis orang mati” itu disebabkan karena praktik tersebut sudah diketahui maksudnya oleh penulis dan penerima surat, sehingga Rasul Paulus sebagai penulis surat 1 Korintus tidak merasa perlu menjelaskan maksud ungkapan tersebut dalam suratnya. Kedua, sadarilah bahwa Rasul Paulus tidak memberi persetujuan terhadap praktik tersebut. Beliau mengemukakan adanya praktik “dibaptis bagi orang mati” itu hanya untuk mengungkapkan ketidakkonsistenan iman jemaat Korintus bila di satu pihak mereka menjalankan praktik “dibaptis bagi orang mati” dan di lain pihak mereka meragukan adanya kebangkitan orang mati (15:12).

Alkitab menjelaskan bahwa jalan satu-satunya untuk mendapatkan keselamatan hanyalah melalui iman kepada Tuhan Yesus, bukan melalui baptisan, dan bahwa tidak ada kesempatan untuk memperoleh keselamatan setelah kematian. Oleh karena itu, praktik baptisan orang mati adalah kebiasaan sia-sia (yang dipengaruhi oleh kebiasaan orang-orang kafir) yang tidak boleh kita tiru pada masa kini. [P]

Share

Tinggalkan Balasan