- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -
Baca: 2 Korintus 1
Apa tujuan Allah membiarkan umat-Nya mengalami penderitaan?
Pertama, Allah membiarkan kita mengalami penderitaan agar kita bisa merasakan penghiburan dari Allah, dan penghiburan dari Allah itu bisa menjadi dasar untuk menghibur orang lain yang mengalami penderitaan (1:3-7). Kedua, Allah membiarkan kita mengalami penderitaan agar kita tidak mengandalkan kemampuan diri sendiri, melainkan mengandalkan kuasa Allah (1:8-10). Ketiga, Allah membiarkan kita mengalami penderitaan untuk menyatukan umat-Nya. Sebagaimana penderitaan yang dialami oleh Rasul Paulus dan tim pelayanannya membuat jemaat Korintus bersatu untuk mendukung dalam doa (1:11), demikian pula penderitaan yang dialami oleh umat Tuhan di daerah-daerah tertentu merupakan dorongan bagi umat Tuhan di seluruh dunia untuk bersatu memberikan dukungan melalui doa.
Bagi orang-orang Yahudi (Israel) yang pernah mengalami penderitaan sebagai bangsa jajahan di Tanah Mesir, penderitaan memiliki makna yang khusus, yaitu bahwa penderitaan yang mereka alami seharusnya membuat mereka bisa merasakan penderitaan bangsa asing yang berada di tengah-tengah mereka (yang umumnya menjadi budak), sehingga mereka tidak bersikap menindas (Keluaran 23:9).
Apakah Anda menyadari bahwa penderitaan yang Allah izinkan untuk terjadi di dalam kehidupan Anda merupakan sarana di tangan Allah untuk mendidik Anda agar bersikap empati (ikut merasakan) dan bersedia mengulurkan tangan untuk menolong orang-orang lain yang sedang mengalami penderitaan? [P]
DIarsipkan di bawah: Renungan Harian | Ditandai: derita, empati, Keluaran, korintus, Paulus, penghiburan



