Jauhilah Kebodohan

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Baca: Galatia 3

Mengapa Paulus mengecam orang Kristen Galatia dengan menyebut mereka sebagai orang bodoh (3:1,3)?
Kebodohan orang Galatia bukan menyangkut kecerdasan, tetapi menyangkut iman. Paulus mengecam iman mereka yang lemah, sehingga mereka kembali percaya bahwa mereka dibenarkan karena melakukan hukum Taurat. Paulus juga mengecam kebanggaan mereka sebagai orang Yahudi keturunan Abraham. Sangat disayangkan bahwa iman jemaat Galatia dibangun atas dasar perbuatan dan garis keturunan, padahal Rasul Paulus telah mengajar tentang Yesus Kristus secara jelas kepada mereka (3:1). Mereka juga telah mengalami mujizat dari kuasa Roh Kudus di tengah-tengah persekutuan mereka. Cepatnya mereka berbalik dari Injil dan kembali kepada iman terhadap hal yang sia-sia itu mengecewakan Rasul Paulus. Oleh karena itu, ia tidak segan menyebut mereka bodoh.

Kadang-kadang kita tidak menyadari kebodohan yang sedang kita lakukan. Perbuatan dan garis keturunan tidak bisa menyelamatkan. Pembenaran hanya dapat diperoleh di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah mati untuk menghapus dosa kita. Kita dianggap benar bukan karena kita memang benar, tetapi karena Tuhan Yesus telah menanggung dosa kita. Kita dibenarkan di hadapan Tuhan yang Mahasuci bukan karena perbuatan baik, garis keturunan, atau karena segala kesalehan kita, karena semua itu tidak memadai untuk membuat kita dibenarkan di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus menggantikan kita menanggung hukuman dosa supaya kita dibenarkan. Dengan iman, kita menerima pembenaran atas diri kita. Inilah iman yang menyelamatkan!  [FW]

Share

Tinggalkan Balasan