Kebodohan Berikutnya

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Baca: Galatia 4

Siapa yang lebih kita sukai, sahabat yang dengan terus terang menyatakan kesalahan kita atau orang yang selalu bermulut manis dan menyembunyikan kesalahan kita?
Dulu, jemaat Galatia menerima Rasul Paulus apa adanya (4:13-14). Ketika ia sakit, mereka merawat dan menolongnya, sehingga Rasul Paulus memiliki kedekatan hati kepada mereka. Akan tetapi, hanya dalam waktu singkat, sikap mereka sudah berubah. Mereka kembali kepada kepercayaan lama dan kebiasaan yang sebelumnya telah mereka tinggalkan. Rasul Paulus sangat prihatin dan “habis akal” (4:20) melihat perubahan yang terjadi pada diri mereka. Kebenaran yang sudah diajarkan kepada mereka dengan begitu mudah tercabut, sehingga Rasul Paulus harus menegur mereka dengan keras (4:9-11). Mereka ditegur karena mereka begitu cepat beralih kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang mengajarkan pengajaran yang berbeda dengan yang diberitakan Rasul Paulus. Rasul Paulus menegaskan kembali anugerah Allah yang telah mengangkat mereka sebagai anak-anak Allah, sehingga mereka tidak lagi diperlakukan sebagai hamba yang terikat pada kepercayaan yang menyesatkan.

Teguran seringkali terasa menyakitkan hati. Akan tetapi, seorang sahabat yang baik pasti akan memberikan teguran yang membangun untuk menyatakan kasih kepada sahabatnya. Oleh karena itu, marilah kita membuka diri terhadap teguran yang diberikan kepada kita. Janganlah menganggap orang yang menegur kita sebagai musuh, karena orang yang sering bermulut manis justru seringkali adalah musuh yang ingin menjatuhkan diri kita. [FW]

Share

Tinggalkan Balasan