Kembalilah mengasihi kami

Baca: Mazmur 89:38-52

Mengapa Tuhan menolak orang yang diurapi-Nya? Membatalkan perjanjian kudus-Nya dengan keturunan Daud? Itulah pertanyaan yang menghantui pemazmur yang diungkapkan di bagian ketiga mazmur ini.

Mazmur 89 ditutup dengan kenyataan pahit bahwa keturunan Daud tidak ada lagi di takhta kerajaan Israel. Musuh telah melanda bangsanya, kedaulatan mereka sudah punah. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Pemazmur mengakui bahwa semua itu terjadi karena Tuhanlah yang menyerahkan mereka kepada musuh (ayat 43-46). Di balik pengakuan ini ada pernyataan implisit bahwa Tuhan murka kepada mereka sehingga mereka mengalami hal-hal buruk ini (ayat 47). Apa yang telah mereka lakukan sehingga Tuhan marah dan menghukum mereka? Walau mazmur ini tidak mengungkapkannya, kita tahu berdasarkan sejarah bahwa umat Israel dan para pemimpinnya telah hidup berdosa, mengkhianati perjanjian Sinai dengan menyembah ilah lain. Para raja keturunan Daud tidak mampu membimbing umat untuk tetap setia pada Tuhan, malah banyak di antara mereka yang justru memberi contoh yang tidak baik dengan beribadah kepada dewa-dewi bangsa-bangsa lain. Pemazmur menyadari penolakan Tuhan atas mereka bermuasal pada kesalahan mereka sendiri. Sebab itu pemazmur memohon belas kasih Tuhan agar mengampuni dan memulihkan lagi mereka. Pemazmur yakin, Tuhan tidak akan menolak mereka selama-lamanya. Penolakan Tuhan adalah agar mereka sadar dan segera bertobat.

Syukur kepada Tuhan, di dalam Kristus belas kasih Allah sudah dinyatakan kepada kita. Allah telah menolak Kristus supaya Ia menerima kita. Kristus ditolak bukan karena Ia pemimpin yang tidak baik, tetapi untuk menggantikan hukuman semua pemimpin yang tidak baik dan juga rakyat yang ikut-ikutan berdosa. Oleh karena itu, marilah kita naikkan syukur untuk kasih-Nya, dan bertekad hidup lebih berkenan kepada-Nya.

Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab, artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4, Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email:ppa@ppa.or.id. Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id

Share

Tinggalkan Balasan