Kasih Karunia Allah

Baca: Efesus 2:8

Seorang ibu berprinsip kokoh tak bersedia menerima pertolongan. Saat ia mengalami kesulitan ekonomi, bahkan bantuan dari pihak saudaranya sendiri pun ia tolak. Ia berprinsip bahwa hidup harus merupakan hasil perjuangan sendiri! Lebih terhormat orang yang hidup susah asal hasil perjuangan sendiri dari pada hidup enak namun karena belas kasih orang lain. Apa respons Anda tentang sikap demikian? Tepatkah hal itu kita berlakukan dalam kerohanian?

Dalam wilayah moral-spiritual pun ada pemikir yang menolak ide anugerah. Pemikir itu ber-anggapan bahwa ajaran tentang anugerah membawa dampak buruk bagi kehidupan moral-spiritual manusia. Anugerah akan membuat orang menilai diri tak layak dan tak sanggup untuk berjuang menghasilkan perilaku moral terpuji.

Kasih karunia Allah memang memperhitungkan fakta kebangkrutan moral dan rohani manusia. Tidak ada hal apa pun dalam kehidupan kita yang dapat kita jadikan andil untuk mendapat-kan pengampunan, keselamatan, dan pembaruan dari Allah. Analisis Paulus tentang status dan kondisi manusia memang sangat gelap dan menyakitkan. Begitulah faktanya! Semua kita, bahkan orang yang sangat bermoral pun, pasti pernah melakukan kesalahan atau dosa. Bukan saja demikian, tiap orang memiliki kebiasaan dosa yang membuatnya seolah ketagihan. Kondisi ini dalam sinar “rontgen” Ilahi adalah mati secara moral-rohani. Dalam kekudusan Allah yang tanpa cacat dan tak kenal kompromi, semua orang mati rohani, tak berdaya untuk menghidupi moral-spiritual yang memenuhi kualifikasi Ilahi. Semua hidup di bawah murka Allah!

Kasih karunia Allah tidak menghina status apalagi mematikan potensi manusia. Anugerah Allah tidak berdampak melumpuhkan daya juang moral-spiritual kita. Allah sangat mengasihi kita dan serius dengan penilaian bahwa kita adalah gambar-Nya. Dengan gigih anugerah beroperasi menciptakan pengampunan, pembaruan, dan akhirnya membangkitkan kapasitas untuk menjadi master piece Allah! Hanya anugerah dari Yesus yang sanggup mengubah kita dari papa dan tak berdaya menjadi mulia dan penuh daya Ilahi!

Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab, artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4, Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email:ppa@ppa.or.id. Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id

Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.983 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: