Kepemimpinan Daud

Baca: 2 Samuel 5:1-16

Dengan apa seorang pemimpin diuji kelayakannya? Pertama, adanya pengakuan dari rakyat yang dia pimpin. Wibawa kepemimpinan Daud telah diakui oleh umat Israel sejak Saul menjadi raja (2). Namun wibawa yang ada padanya bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan karena Tuhan campur tangan dalam proses pemilihannya. Jika Tuhan yang memilih, maka kepemimpinannya selalu mengemban tugas penggembalaan (2). Hal ini sejalan dengan konsep raja di Israel yang menjalankan peran sebagai gembala, bukan hanya sebagai pemimpin politik.

Kedua, memiliki perencanaan matang dalam setiap tindakan. Setelah diurapi menjadi raja oleh tua-tua Israel (3), kemampuan Daud dalam memimpin diuji dengan merebut kota Yerusalem. Orang-orang Yebus, penduduk kota itu, ternyata meremehkan dia. Namun Daud berhasil merebut kubu pertahanan Yerusalem, yakni Sion. Sebagai kubu pertahanan, Sion menjadi simbol kekuatan Yerusalem. Daud kemudian menjadikan Sion sebagai tempat kediaman. Ia juga memperkuat wilayah sekeliling dan menamai kubu pertahanan itu dengan namanya sendiri, Kota Daud. Ini menjadi tanda penaklukannya terhadap Yerusalem. Kelak Sion menjadi ibu kota kerajaan.

Ketiga, adanya pengakuan dari negara lain. Tak hanya orang Israel yang mengakui wibawa kepemimpinan Daud. Hiram, raja Tirus juga menaruh hormat kepada dia. Hal itu ditunjukkan dengan pengiriman bantuan bagi Daud untuk mendirikan istana, bukan hanya bahan material, tetapi juga pekerja-pekerjanya.

Kepemimpinan Daud nyata dalam tindakannya sampai pada adanya pengakuan dari negara tetangga. Itu terjadi karena ia adalah pemimpin yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri, maka penyertaan Allah terus bekerja nyata di dalam dia. Apakah Anda seorang pemimpin? Di dalam pekerjaan, lingkungan sosial, gereja, atau rumah tangga? Mintalah Allah menyatakan karya dan penyertaan-Nya melalui Anda.

Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab, artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4, Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email:ppa@ppa.or.id. Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.988 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: