Penjala Terjala

Baca: Lukas 5:1-11

Pernahkah Anda melihat seorang pemancing sedang memancing ikan? Pemancing ikan adalah orang yang tekun, rela menanti berjam-jam demi tertangkapnya seekor ikan.

Simon Petrus dan rekan-rekannya adalah nelayan sejati. Mereka bekerja keras sepanjang malam untuk menangkap ikan. Sayang mereka tidak menghasilkan apa-apa (5). Sebab itu perintah Yesus agar mereka kembali menjala sebenarnya mendapat tanggapan yang tidak terlalu positif dari Petrus. Malam adalah waktu terbaik untuk menangkap ikan, lalu kenapa harus menjala di siang hari bila pada malam hari saja mereka tidak mendapat ikan? Sementara yang mengusulkan adalah anak seorang tukang kayu! Mana mungkin Ia lebih tahu tentang penangkapan ikan dibandingkan seorang nelayan yang sudah berpengalaman di bidangnya? Namun ketika Petrus akhirnya menuruti juga perkataan Yesus, dia melihat keajaiban. Ikan menjejali jala hingga hampir robek! Bahkan butuh bantuan perahu lain untuk menampung ikan-ikan tersebut (7).

Petrus pun langsung bersujud di kaki Yesus (8). Bila sebelumnya Petrus menyebut Yesus sebagai Guru, saat itu dia menyebut Yesus sebagai Tuhan. Petrus juga menyadari kerendahannya di hadapan Yesus. Ini merupakan lompatan besar dalam pengenalannya akan kebesaran kuasa Yesus. Semula ia mengira dirinya adalah nelayan handal, tetapi kemudian ia melihat kuasa Yesus alam, atas danau dan ikan. Kesadaran ini menjadi titik balik yang menghasilkan keputusan besar dalam hidup Petrus. Ia mengikut Yesus dan arah hidupnya pun berubah.

Kesadaran akan kemahakuasaan Tuhan dan ketidakmampuan diri akan membuat orang datang kepada Tuhan. Maka bila kegagalan sedang menerpa Anda secara beruntun, sehingga Anda seolah merasa tidak mampu berdiri lagi, mungkin itulah saat Anda harus datang pada Allah. Jangan keraskan hati dan menganggap bahwa Anda cukup mampu menyelesaikan masalah Anda. Rendahkan hati dan persilakan Dia untuk menyatakan kuasa dan karya-Nya dalam hidup Anda. Niscaya kasih karunia-Nya akan turun atas Anda.

Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab, artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4, Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email:ppa@ppa.or.id. Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id

Satu Tanggapan

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by dailybread jc. dailybread jc said: RT @saatteduhblog: Saatteduh #PPA edisi 11 Januari 2011: http://wp.me/pcTXm-1CG [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.938 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: