Lebih Baik Diam Daripada Salah Berbicara

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Bacaan Alkitab hari ini: Ayub 4-5

Banyak orang tidak sabar untuk mendengar dan tidak sabar untuk meneliti dengan seksama apa yang belum benar-benar mereka ketahui. Akibatnya, Elifas keliru dalam memberi tanggapan terhadap Ayub. Nasihat Elifas yang didasarkan pada dugaan hanya menambah penderitaan Ayub.

Elifas bersikap lebih bijaksana bila dia tidak menganggap dirinya mengerti tentang masalah penderitaan Ayub. Sikap diam selama seminggu (2:13) jauh lebih menghibur daripada sikap sok tahu yang membuat Elifas menasehati secara me-ngawur. Perhatikan bahwa dalam memberikan nasihat, Elifas tidak menempatkan diri sebagai teman yang ikut merasakan penderitaan Ayub, melainkan menempatkan diri sebagai ‘orang tua’ atau ‘guru’ yang serba tahu. Elifas tidak bertanya kepada Ayub tentang hal-hal yang dia tidak tahu tentang diri Ayub, melainkan dia menggunakan dugaan-dugaan yang dia anggap sebagai kebenaran. Sebagian perkataannya seperti perkataan yang bijaksana, tetapi penggunaan perkataan tersebut salah sasaran karena Elifas tidak benar-benar memahami pergumulan yang sedang dihadapi Ayub.

Sebenarnya Elifas bukan hanya salah mengerti tentang Ayub, melainkan dia juga salah mengerti tentang Allah. Elifas mengira bahwa penderitaan yang dialami oleh Ayub merupakan akibat dari kesalahan yang dilakukan oleh Ayub dan bahwa penderitaan yang dialami Ayub merupakan hukuman Allah atas kesalahan Ayub (4:7-9; 5:6-7). Elifas tidak mengerti bahwa penderitaan Ayub disebabkan karena alasan yang tidak mungkin dapat dia pahami, yaitu karena niat jahat Iblis untuk menjatuhkan iman Ayub. Penderitaan Ayub juga bukan merupakan hukuman Allah seperti dugaan Elifas, melainkan ungkapan kepercayaan Allah terhadap diri Ayub (1:8-12; 2:3-7). [P]

Ayub 2:3b
”… tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.072 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: