Pembelaan Diri Ayub

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Bacaan Alkitab hari ini: Ayub 31

Melalui pembelaan diri yang disusun seperti sumpah dalam pengadilan, secara tidak sengaja, Ayub meniru cara Allah menantang Iblis untuk menunjukkan kesalahan Ayub. Ayub merasa yakin bahwa bila dia diadili, Allah pasti akan menyatakan dirinya benar.

Ayub tidak takut menghadapi pengadilan Allah. Dia bahkan mengharapkan agar dirinya segera diadili sehingga segera terbukti apakah dirinya bersalah atau tidak. Walaupun secara status, tidak ada seorang pun yang bisa memenuhi standar kesucian Allah sehingga tepatlah bila dikatakan bahwa tidak ada manusia yang tidak berdosa (Roma 3:23), pembelaan diri Ayub ini patut kita hargai dan kita bisa memandang Ayub sebagai seorang yang sungguh-sungguh berusaha mengikuti standar kesucian Allah. Kesalehan hidupnya merupakan teladan bagi kehidupan kita. Ayub mengatakan bahwa dia mempertahankan kesucian seksual dengan menjaga mata (31:1) agar dia tidak berfantasi secara berdosa. Dia bukan hanya menjaga kesucian dalam tindakan, melainkan juga menjaga hati (31:7). Dia menjauhi pergaulan yang membuat dia berdusta dan melakukan tipu daya (31:5). Dia tak pernah mengabaikan tanggung jawab sosialnya (31:13-23, 38-40), termasuk terhadap orang asing (31:31-32). Sikapnya terhadap musuh telah memenuhi standar Tuhan Yesus dalam khotbah di bukit (31:29-30, bandingkan dengan Matius 5:43-44). Dia mewaspadai secara ketat agar tidak memiliki sesembahan lain selain Allah (31:24-28).

Di satu sisi, pembelaan diri Ayub ini membuat kita merasa malu bila kita tidak memenuhi standar yang sama. Di sisi lain, standar kehidupan Ayub ini seharusnya membuat kita bungkam apabila sedang menghadapi kesulitan-kesulitan kecil di dalam kehidupan. [P]

Matius 5:48
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

2 Tanggapan

  1. ingin rasanya seperti Ayub
    ya Tuhan ampunilah segala dosa dosa hamba yang tak terhitung jumlahnya
    hamba tak berarti tanpa kasih karuniaMU, BAPA
    AMIN

  2. ingin rasanya seperti Ayub
    ya Tuhan ampunilah segala dosa dosa hamba yang tak terhitung jumlahnya
    hamba tak berarti tanpa kasih karuniaMU, BAPA
    AMIN…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.800 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: