Allahku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Bacaan Alkitab hari ini: Mazmur 21-22

Dalam kehidupan kita, ada kalanya Allah seperti hilang sirna dari kehidupan kita. Kita mencari, memohon, menangis, berseru kepada Allah, namun Allah seperti “tidak ada”. Kita bertanya kepada-Nya, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Salah seorang penafsir mengatakan, “ketika kita melihat Mazmur 22, tidak mungkin tidak, kita akan melihat Kristus dan Salib di sana.” Sangat jelas bahwa apa yang dialami oleh Daud merupakan nubuat tentang apa yang akan dialami oleh Tuhan Yesus Kristus dalam hidup-Nya, secara khusus saat penyaliban-Nya. Dalam situasi yang penting dan genting, Daud dan Kristus sudah berdoa, berseru, bahkan meratap kepada Allah Bapa di surga. Akan tetapi, Allah seakan-akan mengabaikan dan meninggalkan mereka. Situasi dan perasaan yang sama mungkin pernah kita alami dalam kehidupan pribadi kita. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita menghadapi situasi seperti itu.

Mazmur 22 dan Kisah Salib Kristus mengajarkan kepada kita bahwa situasi dan pengalaman merasa ditinggalkan oleh Allah merupakan ujian bagi iman dan ketaatan kita. Pada saat seperti itu, kita dapat mempelajari beberapa hal: Pertama, kita harus bertekun dalam iman kepada Allah serta tetap tekun berdoa kepada-Nya (22:2-6, 20-22). Kedua, kita harus memandang kesetiaan dan kebaikan Allah pada masa lalu sebagai dasar pengharapan kita saat ini dan masa depan (22:5-6, 10-11). Ketiga, kita harus menatap masa sekarang dan masa depan dengan keyakinan iman di dalam Allah yang mahabaik dan mahakuasa serta keyakinan bahwa Allah sedang bekerja membawa kebaikan bagi kita dan bagi kemuliaan nama-Nya (22:23-32). Setelah Jumat Agung ada Paskah, setelah Penderitaan ada Kemenangan. [YAW]

Ibrani 5:7-8
“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia… Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat  dari apa yang telah diderita-Nya.”

3 Tanggapan

  1. Allahku,Allahku,aku layak Engkau tinggalkan karena besar dosa-dosaku,namun jangan sampai Engkau lupakan aku dlm kesesakan hatiku.

  2. Syaloom,menurut saya bukan Tuhan yang meninggalkan kita,akan tetapi manusiaLah yang selalu lalai dalam panggilan Tuhan,terimakasih Tuhan atas teguran firmanMu yang telah saya renungkan barusan Amin………..

  3. mengapa Engkau membiarkn ku,?????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.501 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: