Menggenapi Rencana Allah

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Bacaan Alkitab hari ini: Lukas 22

Penderitaan Tuhan Yesus bukanlah suatu kegagalan. Tuhan Yesus mengerti semua detil penderitaan yang akan Dia alami sebelum hal itu terjadi. Dia mengalami penderitaan bukan karena Ia terpaksa atau terpojok, melainkan karena Ia hendak menggenapi rencana Allah.

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat berusaha keras mencari jalan untuk membunuh Tuhan Yesus (22:2). Dari sisi manusia, seolah-olah kematian Tuhan Yesus disebabkan karena usaha mereka (dan juga karena pengkhianatan Yudas Iskariot). Dari sisi Allah, kematian Tuhan Yesus sebagai jalan penebusan dosa merupakan sesuatu yang sudah direncanakan oleh Allah. Tuhan Yesus tahu bahwa perjamuan makan Paskah dengan murid-murid-Nya merupakan perjamuan makan Paskah terakhir di dunia ini (22:15-16, 30). Dia juga sudah memahami rencana busuk Yudas Iskariot yang hendak menjual Gurunya (22:21, 4). Perkataan yang Tuhan Yesus ucapkan dalam perjamuan tersebut ((22:19-20) menunjukkan bahwa Dia sadar bahwa Dia akan menjalani kematian untuk menebus dosa manusia.

Rencana Allah untuk menebus dosa manusia melalui kematian Tuhan Yesus merupakan sesuatu yang sulit dipahami oleh akal budi manusia. Itulah sebabnya, saat Tuhan Yesus sedang bergumul untuk menghadapi penderitaan, murid-murid-Nya justru mengikuti jalan dunia ini dengan bertengkar untuk menjadi yang terbesar di antara mereka (22:24-26). Seharusnya, mereka mengikuti teladan Tuhan Yesus yang memimpin dengan menjadi teladan dalam melayani! (22:27). Bila kita ingin hidup mengikuti rencana Allah, seharusnya kita lebih bertekun dalam doa (agar memiliki kepekaan terhadap kehendak Allah) serta selalu siap menghadapi setiap situasi (sehingga tidak jatuh ke dalam dosa saat situasi yang sulit muncul). [P]

Kisah Para Rasul 3:18

“Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.”

3 Tanggapan

  1. jujur aja dlm pemahaman saya yg dangkal ni ,dari dulu saya bingung dg ayat yg ni , kalo Yesus tahu mang harus terjadi begitu , kasian dong yudas , tak perlu dikutuk , rn da dipilih sbg penjahat, mohon penjelasan neh, tq

    • menurut diskusi saya dengan teman (dengan hikmat kami yg sangat terbatas) yudas emank udah direncanakan seperti itu untuk menggenapkan firman Tuhan..
      tapi pada akhirnya, setelah firman Tuhan digenapi (Tuhan Yesus disalib), yudas bisa memilih untuk
      1.menyesal dan bertobat dan kemudian memberitakan injil seperti murid Yesus lainnya.
      2. menyesal lalu bunuh diri (yg ternyata dia pilih)

      hidup kita sudah direncanakan dengan baik oleh Tuhan, tapi Tuhan tetap memberikan “kehendak bebas” kepada manusia untuk mau mengikuti rencana-Nya atau tidak…

  2. Rencana Allah memang tidak mudah untuk kita manusia pahami.
    Terimakasih karena untuk pertama kalinya menerima Saat Teduh dari GKY Jamaat Green Ville pd hari Minggu ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.894 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: