Berkat dan Hukuman

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini: 2 Tawarikh 7-8

Janji Allah kepada Raja Salomo adalah janji yang bersyarat. Ketaatan terhadap syarat tersebut akan mendatangkan berkat, sedangkan ketidaktaatan akan mendatangkan hukuman. Patut disayangkan bahwa Raja Salomo mengakhiri pemerintahannya dengan ketidaktaatan. 

Raja Salomo mulai memerintah dengan baik. Sikap dan tindakannya di awal pemerintahannya merupakan teladan bagi umat Allah sepanjang zaman. Dia mulai memerintah dengan membereskan masalah-masalah yang berkaitan dengan ibadah, termasuk memprioritaskan pembangunan rumah Allah serta menyelenggarakan perayaan Pondok Daun. Permohonannya kepada Tuhan untuk memiliki hikmat dan pengertian dalam memimpin merupakan permohonan paling agung bagi seorang pemimpin yang bertanggung jawab, Hikmat yang diberikan Tuhan membuat Salomo menjadi seorang raja yang dikenang sepanjang zaman. Sekalipun demikian, tuntutan Allah adalah ketaatan seumur hidup! Allah memberi berkat selama Raja Salomo hidup dalam ketaatan, tetapi Allah akan memberi hukuman bila Raja Salomo meninggalkan Allah (7:17-22).

Sekalipun Raja Salomo memiliki banyak kelebihan, tetapi dia memiliki kelemahan dalam hal sikap terhadap wanita. Dia sadar bahwa dia memiliki istri-istri yang berlatar belakang kafir seperti putri dari Firaun. Dia sadar bahwa istri-istrinya itu bisa merusak kesucian ibadah bangsa Israel. Dia ingin setia kepada Allah, tetapi dia tidak sungguh-sungguh rela meninggalkan istri-istrinya sehingga hal itu berakibat fatal (1 Raja-raja 11:1-8). Kisah Raja Salomo ini mengingatkan umat Allah sepanjang masa bahwa ketegasan untuk tidak berkompromi dengan dosa itu amat diperlukan bila kita ingin tetap mempertahankan iman. [P]

1 Tawarikh 16:11-12
“Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya”

Satu Tanggapan

  1. Salomo telah menerima banyak berkat dan mujijat yang dialami sendiri,tetapi karena kelemahannya terhadap wanita kapir membuat dia lebih sayang kepada istri-istrinya dari pada kepada Tuhan,sehingga Tuhan meninggalkan Salomo dan menghukum keturunanya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 10.043 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: