Terus Belajar

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 22 Juli 2008 –

Baca: Amsal 2:1-22

“jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.” Amsal 2:4-5

Selama kita hidup, sesungguhnya tidak ada istilah berhenti untuk belajar. Tidak hanya menuntut ilmu secara formal di sekolah, lebih penting lagi belajar di ‘sekolah kehidupan’ yaitu belajar dari pengalaman/kegagalan di masa lalu, belajar dari keberhasilan orang lain, belajar untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain dan seterusnya, terlebih lagi belajar untuk mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita.
Setelah kita mengetahui apa panggilan Tuhan dalam hidup kita, kita perlu menyiapkan diri, dan persiapan itulah yang dinamakan belajar. Seperti dikatakan Salomo, untuk memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan memperoleh pengenalan akan Dia, kita harus ‘mencari’ dan ‘mengejar’nya; ada usaha yang keras dan tekun untuk belajar.
Seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk belajar, meneliti dan merenungkan kebenaran firman Tuhan, seanyak itu pula hikmat, pengetahuan dan kebaikan yang kembali kepada kita. Bila kita hanya menyediakan sedikit waktu atau hanya sekolas saja kita belajar tentang firman Tuhan, maka hikmat, pengertian dan kebaikan yang kita peroleh pun juga hanya sedikit. Seperti Tuhan memberikan perintah kepada Yosua agar ia tidak lupa untuk “…memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam” (Yosua 1:8.), itulah yang menjadi keberhasilan hidup Yosua. Jadi, Yosua tidak hanya diperintahkan membaca firman Tuhan sekilas saja, tetapi ia harus merenungkan firman itu siang dan malam. Jadi janganlah kita sekedar mendengarkan kotbah, tetapi renungkanlah itu; jangan cuman membaca firman Tuhan sambil lalu atau asal saja, tetapi galilah isi firman itu sedalam-dalamnya hingga kita beroleh pengertian dan memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan. Jangan heran bila ada orang yang lebih berhikmat dan hidupnya dipakai Tuhan; itu karena mereka telah membayar harga yaitu memberi banyak waktu untuk bersekutu, membangun keintiman dan merenungkan firman Tuhan, sehingga Roh Kudus menyingkap hal-hal baru.

Belajar dan senantiasa merenungkan firman adalah kunci meraih keberhasilan!

Satu Tanggapan

  1. Trima kasih buat firman yang di tabur pagi hari ini …. Kiranya firman ini dapat menjadi rema bagi kehidupan kita masing – masing dan dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari hari ….
    AMIN….Gbu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: