Berharga Di Mata Tuhan

– Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 16 Oktober 2008 -

Baca: Lukas 15:8-10

“Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” Lukas 15:10

Bukanlah suatu kebetulan jika pasal 15 Injil Lukas ini berbicara tentang perumpamaan sesuatu yang hilang: domba yang hilang (ayat 1-7), dirham yang hilang (ayat 8-10) dan anak yang hilang (ayat 11-32). Semuanya itu mengarah kepada suatu keseimpulan: apa pun keadaan dan bagaimana pun kondisi kita saat ini, Tuhan ingin kita tahu bahwa Ia sangat mengasihi kita dan kita sangat berharga di mataNya. Ini Tuhan tegaskan juga melalui nabi Yesaya, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,…” (Yesaya 43:4).
Dia tidak menghendaki satu jiwa pun terhilang dan binasa. Jika tidak demikian, mana mungkin malaikat-malaikat bersukacita ketika ada satu orang berdosa yang bertobat? Di dalam mazmurnya Daud pun mengungkapkan kekagumannya kepada Allah yang begitu peduli kepada manusia, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” (Mazmur 8:4-6). Dan bukti nyata bahwa Allah sangat mengasihi manusia adalah saat Ia mengutus PuteraNya turun ke dunia, berkorban bagi manusia.
Ketika salah satu dari anak-anakNya hidup semakin jauh dariNya dan terhilang di tengah-tengah dunia yang penuh dosa, Dia sangat sedih dan berduka. Itulah sebabnya Tuhan selalu berusaha mendapatkan kita kembali, seperti seorang Bapa yang dengan setia menantikan si bungsu kembali ke rumah, sehingga “…Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Petrus 3:9). Tuhan sangat menaruh hati dan kerinduanNya terhadap kita. Dia juga rindu supaya kita yang telah diselamatkan tidak egois dan mau ambil bagian menjangkau jiwa-jiwa yang ada di sekeliling kita yang sedang menuju kebinasaan. Membawa jiwa-jiwa yang terhilang untuk kembali kepada Tuhan adalah tugas yang harus kita kerjakan. Ini berarti kita harus bekerja dan menghasilkan buah!

Sudahkah kita memiliki ‘hati Bapa’ yang mau memperhatikan jiwa-jiwa yang terhilang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.509 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: